
Harga gading gajah di Tiongkok telah turun hampir 50 persen selama 18 bulan terakhir, kemungkinan karena menurunnya permintaan gading yang diburu secara ilegal di negara tersebut, tulis Wildlife Conservation Network minggu ini dalam sebuah posting blog.
Gading mentah di Beijing turun dari harga rata-rata $2,100 per kilo (sekitar $955 per pon) pada tahun 2014 menjadi $1,100 (atau sekitar $500) pada bulan November, ungkap peneliti gading Lucy Vigne dan Esmond Martin dalam sebuah studi yang dijadwalkan akan dirilis oleh Save the Elephants pada awal tahun 2016. Penurunan harga tersebut mencerminkan penurunan permintaan yang signifikan di Tiongkok terhadap komoditas tersebut, yang diyakini sebagai hasil dari komitmen eksplisit pemerintah untuk mengurangi perdagangan gading dan mencegah perburuan liar gajah.
Perburuan liar gajah biasanya melibatkan pembunuhan hewan, pemotongan gadingnya dan pembuangan bangkainya, tulis The New York Times dalam laporan yang mengerikan.
Secara historis, Tiongkok menganggap ornamen dan ukiran gading sebagai simbol status, dan negara tersebut masih diyakini secara luas sebagai konsumen gading terbesar di dunia. Namun, para aktivis telah lama mendesak Tiongkok untuk memberlakukan undang-undang yang ketat terhadap perdagangan gading.
Pemerintah Tiongkok mengumumkan pada bulan Mei komitmen untuk menghentikan industri gading dalam negeri. Pada bulan September, Amerika Serikat dan Tiongkok juga mengumumkan kesepakatan untuk melaksanakan "larangan hampir menyeluruh" terhadap impor dan ekspor gading. Untuk menunjukkan dedikasinya, Tiongkok daratan menghancurkan hampir 7 ton gading untuk menunjukkan dedikasi negara tersebut dalam melarang kejahatan terhadap satwa liar, menurut World Wide Fund.
Permintaan gading di dalam negeri juga tampaknya telah menurun. Vigne dan Martin, yang melakukan perjalanan ke delapan kota di Tiongkok untuk melakukan penelitian, mengatakan bahwa mereka “tidak melihat satu orang pun membeli barang gading selama berminggu-minggu melakukan survei gading eceran “Grosir.” Para peneliti juga mencatat bahwa banyak gerai ritel gading telah mengurangi ruang lantai untuk memajang barang-barang gading.
Negara-negara lain juga telah meningkatkan upaya mereka untuk mencegah perburuan liar gajah. Tahun lalu, pemerintahan Obama mengumumkan akan melarang semua perdagangan komersial gading gajah. Dan pada bulan Oktober, Tanzania menangkap sejumlah pedagang gading tingkat tinggi yang dituduh menyelundupkan sedikitnya 4,200 pon gading gajah dari Afrika Timur ke Afrika Timur. Asia.
Namun, meskipun permintaan gading di Tiongkok menurun, pendiri Save the Elephants, Iain Douglas-Hamilton, mengatakan dunia masih harus menempuh jalan panjang untuk menghentikan bisnis perburuan gajah Afrika. Jumlah gajah di Afrika memang turun dari 26 juta pada tahun 1800 menjadi sekitar 400,000 pada bulan Agustus. Setidaknya 65 persen gajah hutan di benua itu diburu antara tahun 2002 dan 2013, WildAid melaporkan tahun lalu.