Februari 11, 2026

Laba operasional CIMB di Indonesia tumbuh lebih dari tiga kali lipat

cimb
Waktu Membaca: 2 menit

CIMB Niaga mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting oleh induknya di situs web Bursa Malaysia, bahwa peningkatan laba bersih tersebut didukung oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 1.4% yoy dan lonjakan pendapatan non-bunga sebesar 18.5% yoy, yang terutama disebabkan oleh membaiknya bisnis valuta asing dan pasar modal.

Beban operasional dan penyisihan masing-masing turun sebesar 1.4% dan 7.3% secara tahunan. “Meskipun kami tetap berhati-hati mengingat situasi ekonomi, kami berharap kinerja positif kami pada kuartal ini akan memberikan dasar yang kuat untuk hasil kami di masa mendatang. Pendapatan operasional kami bertahan dengan baik melalui kontribusi yang kuat terhadap pendapatan nonbunga dari peningkatan bisnis treasury.

“Bisnis kartu kredit kami terus meraih pangsa pasar, sementara saldo rekening giro dan tabungan (CASA) tumbuh kuat, menghasilkan rasio CASA sebesar 52.05%.

"Rasio modal CIMB Niaga menguat menjadi 18%. Posisi modal kami yang membaik akan membuat kami siap menghadapi ketidakpastian pasar dan ekonomi," kata Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan dalam pernyataan tersebut.

Dengan total aset sebesar 231.67 triliun rupiah (RM68.54 miliar) per 31 Maret, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia. bank oleh aset.

Total pinjaman bruto lebih rendah pada 171.02 triliun rupiah (RM50.60 miliar) pada 31 Maret karena bank mempertahankan strategi pertumbuhan yang konservatif.

Meskipun pertumbuhan pinjaman CIMB Niaga melambat, beberapa segmen bisnis membukukan ekspansi positif seperti pinjaman pribadi dan kartu kredit.

“Kami terus mengejar aspirasi kami untuk menjadi pemimpin dalam layanan digital dengan berfokus pada pengalaman pelanggan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi terkini untuk memberikan nilai tambah kepada klien kami,” kata Tigor.

Dalam syariah perbankan Di segmen tersebut, total pembiayaan unit bisnis syariah CIMB Niaga tercatat sebesar 7.60 triliun rupiah atau tumbuh 13.9% yoy dengan DPK sebesar 8.16 triliun rupiah per 31 Maret.

Rasio kecukupan modal (CAR) CIMB Niaga menguat menjadi 18% per 31 Maret 2016.

“Pemerintah telah mengusulkan beberapa perubahan positif sejak awal tahun untuk mendorong perekonomian. Bank Indonesia memangkas suku bunga menjadi 6.75% dari 7.50% dan pemerintah juga telah menyiapkan beberapa paket stimulus ekonomi untuk tahun 2016. Saya yakin bahwa seiring dengan fokus CIMB Niaga pada kualitas aset, efisiensi biaya, dan pertumbuhan CASA, bank akan siap memanfaatkan peluang saat perekonomian membaik,” tambah Tigor.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV