
Pull&Bear, merek fesyen Spanyol ternama, telah memutuskan untuk menarik diri dari Singapura menyusul penutupan gerai terakhirnya di VivoCity Mall. Hari terakhir toko tersebut beroperasi adalah 22 Februari 2026, seperti yang tertera dalam pengumuman di situs web resmi merek tersebut. Sayangnya, perusahaan tidak mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.
Meskipun toko tersebut tutup, peritel fesyen tersebut memastikan bahwa pelanggan masih dapat mengembalikan barang yang dibeli di gerai yang tutup tersebut. Mereka mendorong pelanggan yang baru saja melakukan pembelian untuk memeriksa struk pembelian mereka guna memahami jangka waktu pengembalian.
Pull&Bear pertama kali diluncurkan di Singapura pada tahun 2006 dengan toko unggulan yang diresmikan di VivoCity. Pada puncak operasinya, merek ini memiliki empat gerai yang beroperasi di negara tersebut.
Pull&Bear adalah salah satu merek utama di bawah naungan konglomerat mode Spanyol, Inditex, yang juga memiliki merek-merek populer lainnya termasuk Zara, Bershka, Massimo Dutti, dan Stradivarius.
Penutupan Pull&Bear di Singapura merupakan bagian dari strategi global yang lebih besar dari perusahaan induk yang melibatkan penutupan lebih dari 100 gerai pada tahun sebelumnya. Selain itu, dua merek Inditex lainnya, Stradivarius dan Bershka, juga telah mengkonfirmasi penutupan gerai masing-masing di Singapura.
Kapan Pull&Bear menutup toko terakhirnya di Singapura?
Toko Pull&Bear terakhir di Singapura tutup pada tanggal 22 Februari 2026.
Mengapa Pull&Bear memutuskan untuk keluar dari Singapura?
Perusahaan tersebut tidak memberikan alasan spesifik atas penutupan gerai mereka di Singapura.
Apakah merek fesyen Spanyol lainnya juga menutup gerai di Singapura?
Ya, Stradivarius dan Bershka, dua merek lain yang dimiliki oleh Inditex, perusahaan induk Pull&Bear, juga telah menutup gerai mereka di Singapura.