
Sebuah studi baru dari Juniper Research menemukan bahwa 3.5 triliun pesan A2P (Aplikasi-ke-Orang) bisnis akan terkirim pada tahun 2023, naik dari perkiraan 2.5 triliun pada tahun 2019, pertumbuhan 40%.
Makalah Penelitian Juniper terbaru, A2P Messaging: SMS, RCS & OTT Business Messaging 2019-2023, memperkirakan bahwa interaktivitas media kaya RCS (Rich Communications Suite) akan membuat teknologi perpesanan yang baru muncul menjadi populer untuk eceran dan kasus penggunaan bisnis pemasaran.
Diklaim bahwa peningkatan fungsionalitas ini akan mendorong pertumbuhan lalu lintas RCS hingga rata-rata tahunan sebesar 290% selama 4 tahun ke depan, guna membantu pertumbuhan total pendapatan pesan operator.
Tidak cukup
Namun, meskipun pertumbuhannya pesat, RCS hanya akan mencapai 2% dari seluruh lalu lintas A2P pada tahun 2023, mencapai 56 miliar pesan A2P. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengguna pesan A2P akan terus menggunakan SMS karena protokolnya sudah familier. Hasilnya, penelitian tersebut mengklaim bahwa pertumbuhan RCS sebagian besar akan didorong oleh lalu lintas baru, bukan migrasi lalu lintas yang sudah ada dari SMS.
Penulis penelitian Sam Barker mengatakan, “Pertumbuhan lalu lintas RCS di masa mendatang akan didorong oleh pengguna yang beralih dari aplikasi seluler khusus. Teknologi ini akan berkembang menjadi titik kontak pertama bagi pengguna RCS untuk berinteraksi dengan merek melalui perangkat seluler dalam waktu 5 tahun”.
Masa depan pesan bisnis OTT melambat karena fragmentasi
Riset tersebut juga menemukan bahwa platform pengiriman pesan bisnis OTT, seperti WhatsApp for Business, akan mengirimkan 236 miliar pesan pada tahun 2023. Akan tetapi, platform tersebut akan terus mengalami fragmentasi basis pengguna di berbagai aplikasi pengiriman pesan.
Penelitian tersebut menyebutkan penggunaan solusi CPaaS (Communications-Platform-as-a-Service) sebagai hal penting untuk memungkinkan fallback ke protokol SMS yang ada di mana-mana guna memastikan penghentian pesan. Selain itu, ditemukan bahwa platform ini akan memungkinkan pengumpulan data yang mendalam, termasuk preferensi kontak, untuk memungkinkan pengguna bisnis A2P mengoptimalkan kampanye pengiriman pesan.