
Dalam beberapa berita positif bagi perekonomian Tiongkok, dilaporkan hari ini bahwa eceran penjualan di Tiongkok meningkat secara tak terduga bulan lalu. Menurut laporan yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok, dilaporkan hari ini bahwa penjualan eceran Tiongkok naik ke tingkat tahunan sebesar 11.2 persen dibandingkan dengan angka 11.0 persen pada bulan sebelumnya. Analis di lapangan memperkirakan penjualan eceran Tiongkok akan naik menjadi 11.1 persen bulan lalu. Penjualan eceran merupakan tolok ukur yang diawasi ketat karena memberikan wawasan tentang permintaan domestik yang melekat.
Dalam laporan ekonomi lainnya, dilaporkan bahwa produksi industri di Tiongkok meningkat secara tak terduga bulan lalu. Menurut laporan yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok, dinyatakan bahwa Produksi Industri meningkat menjadi 6.2 persen dibandingkan dengan angka 5.6 persen pada bulan sebelumnya. Analis di lapangan memperkirakan Produksi Industri Tiongkok tidak berubah pada angka 5.6 persen bulan lalu. Penurunan tajam harga komoditas dan anjloknya permintaan global berarti bahwa produksi industri di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut terus melemah saat ini.
Laporan tersebut muncul setelah laporan yang menunjukkan bahwa investasi aset tetap perkotaan Tiongkok tetap tidak berubah secara tak terduga bulan lalu. Menurut laporan yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional Tiongkok, dilaporkan bahwa Investasi Aset Tetap Tiongkok tetap tidak berubah pada 10.2 persen yang disesuaikan secara musiman dibandingkan dengan pembacaan 10.2 persen pada bulan sebelumnya. Analis di lapangan memperkirakan investasi Aset Tetap Tiongkok akan turun menjadi 10.1 persen bulan lalu. Banyak analis percaya bahwa laporan tersebut merupakan indikasi yang jelas bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok terus melambat yang merupakan penyebab kekhawatiran besar bagi para ekonom dan investor.