
Raksasa teknologi Korea Selatan Samsung Electronics memperluas layanan pembayaran selulernya ke tiga negara tambahan, termasuk Singapura.
Perusahaan Korea tersebut membuat pengumuman tersebut selama konferensi persnya di Consumer Electronics Show pada hari Selasa, yang diadakan sebelum pembukaan resmi acara tersebut. Samsung Pay memungkinkan konsumen untuk membayar di eceran lokasi menggunakan telepon pintar mereka.
Samsung juga mengonfirmasi berita tersebut melalui Twitter. "Saya senang mengumumkan bahwa kami menambahkan Australia, Singapura, dan Brasil ke peta jalan Samsung Pay," kata Presiden dan COO Samsung Electronics America Tim Baxter. Belum ada tanggal resmi yang diumumkan untuk ketiga peluncuran tersebut.
Layanan ini diluncurkan tahun lalu di Korea Selatan dan Amerika Serikat, dengan rencana untuk memasuki pasar lain, termasuk China, Spanyol, dan Inggris.
Samsung berharap layanan pembayaran ini akan membedakan ponselnya dari perangkat pesaing, membantu melindungi pangsa pasar dari pesaing seperti Apple dan Huawei Technologies, serta memaksa pengguna membayar sedikit lebih mahal untuk kenyamanan tersebut. Apple mengumumkan pada bulan Oktober tahun lalu bahwa layanan Apple Pay yang merupakan pesaingnya juga akan hadir di Singapura tahun ini.
Samsung telah melaporkan respons yang kuat terhadap Samsung Pay di negara asalnya dan AS, meskipun layanan tersebut tidak menghasilkan pendapatan sendiri bagi Samsung. Keuntungan awal Samsung Pay adalah kompatibilitasnya dengan pembaca kartu strip magnetik yang sudah banyak digunakan di kalangan pengecerSebagai perbandingan, Apple Pay mengharuskan pengecer memasang peralatan baru yang mendukung teknologi komunikasi jarak dekat.