
Saham Korea Selatan naik tipis pada hari Selasa, ditopang oleh reli di perusahaan farmasi dan ritel. Mata uang lokal melemah terhadap dolar AS.
Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) naik 2.25 poin, atau 0.11 persen, dan ditutup pada level 1,966.31. Volume perdagangan tipis, yakni 394.49 juta saham senilai 3.76 triliun won (US$3.21 miliar), dengan saham yang menang mengalahkan saham yang kalah dengan skor 461 berbanding 368.
Pasar mengawali dengan penurunan dan bergerak masuk dan keluar dari kondisi positif. Yang menopang pasar adalah investor individu yang membeli saham senilai sekitar 265 miliar won, sementara investor institusi dan asing tetap menjadi penjual bersih.
"Suasana hati tetap lesu di pasar KOSPI karena investor terpaku pada aksi ambil untung dari keuntungan yang diperoleh menjelang tanggal ex-dividen ketika saham kehilangan hak untuk menerima dividen," kata Kim Hyung-rae, analis KDB Daewoo Securities.
Saham-saham berkapitalisasi besar berakhir beragam, dengan perusahaan-perusahaan farmasi memimpin pergerakan naik.
Perusahaan farmasi nomor 1 Hanmi Pharm naik 14.46 persen menjadi 736,000 won, sementara Green Cross naik 4.91 persen menjadi 181,500 won. Perusahaan furnitur Hansem naik 6.73 persen menjadi 238,000 won.
Perbankan dan masalah baja membebani pasar. Industri Bank Korea turun 5.26 persen menjadi 12,600 won, sementara pembuat baja POSCO turun 3.69 persen menjadi 169,500 won.
Raksasa telekomunikasi SK Telecom anjlok 6.52 persen menjadi 215,000 won menyusul laporan media mengenai rencana perceraian ketua SK Group dengan istrinya yang telah lama terasing, yang memicu ketidakpastian atas tata kelola perusahaannya.
Mata uang lokal ditutup pada 1,169.6 won terhadap dolar AS, turun 4.2 won dari penutupan hari Senin.