12 April, 2026

Siddhartha Shukla Keluar dari Lanvin: Pergeseran Kepemimpinan Mode Mewah di Tengah Volatilitas Pasar

Lanvin
Waktu Membaca: 2 menit

Siddhartha Shukla akan meninggalkan posisinya sebagai wakil CEO label fesyen mewah Lanvin setelah menjabat selama empat tahun. Shukla, yang memiliki pengalaman luas di industri barang mewah, bergabung dengan Lanvin pada akhir tahun 2021 dengan visi untuk membantu transisi merek tersebut.

Latar Belakang Shukla

Sebelum bergabung dengan Lanvin, Shukla menjabat sebagai kepala bagian merek di label bergengsi AS, Theory. Kariernya yang luas juga mencakup lebih dari sepuluh tahun di rumah mode ternama seperti Gucci dan Saint Laurent.

Kepemimpinan Lanvin

Menyusul kepergian Shukla, Lanvin Group, perusahaan induk merek fesyen tersebut, mengumumkan bahwa Andy Lew, presiden eksekutif grup dan ketua serta CEO Lanvin, akan terus memegang kendali atas merek tersebut dan aspirasi strategisnya.

Perubahan Kepemimpinan di Dalam Grup

Kepergian Shukla merupakan yang terbaru dalam serangkaian perubahan kepemimpinan di dalam grup tersebut. Baru-baru ini, Mandy West ditunjuk sebagai CEO merek pakaian wanita St John Knits, dan Marco Pozzo mengambil alih peran CEO di Wolford.

Keputusan Strategis

Selain itu, grup ini telah mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan untuk fokus pada merek-merek utamanya, terutama karena fluktuasi yang terus terjadi di pasar barang mewah. Ini termasuk pelepasan label pakaian pria Italia, Caruso, yang dijual ke MondeVita Italy, anak perusahaan dari Mondevo Group.

Kinerja Keuangan Terkini

Dari segi kinerja fiskal, grup tersebut mengalami penurunan pada semester pertama, dengan mencatat penurunan pendapatan sebesar 22%. Merek Lanvin, khususnya, mengalami penurunan paling signifikan, dengan penurunan sebesar 42%.

pertanyaan

Mengapa Siddhartha Shukla meninggalkan Lanvin?
Alasan spesifik kepergian Siddhartha Shukla dari Lanvin belum diungkapkan.

Siapa yang akan mengambil alih tanggung jawab Shukla di Lanvin?
Andy Lew, presiden eksekutif grup dan ketua serta CEO Lanvin, akan terus mengawasi merek tersebut dan ambisi strategisnya.

Bagaimana kinerja keuangan Lanvin belakangan ini?
Pada paruh pertama tahun fiskal, pendapatan Lanvin mengalami penurunan signifikan sebesar 42%.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV