
Siddhartha Shukla akan meninggalkan posisinya sebagai wakil CEO label fesyen mewah Lanvin setelah menjabat selama empat tahun. Shukla, yang memiliki pengalaman luas di industri barang mewah, bergabung dengan Lanvin pada akhir tahun 2021 dengan visi untuk membantu transisi merek tersebut.
Sebelum bergabung dengan Lanvin, Shukla menjabat sebagai kepala bagian merek di label bergengsi AS, Theory. Kariernya yang luas juga mencakup lebih dari sepuluh tahun di rumah mode ternama seperti Gucci dan Saint Laurent.
Menyusul kepergian Shukla, Lanvin Group, perusahaan induk merek fesyen tersebut, mengumumkan bahwa Andy Lew, presiden eksekutif grup dan ketua serta CEO Lanvin, akan terus memegang kendali atas merek tersebut dan aspirasi strategisnya.
Kepergian Shukla merupakan yang terbaru dalam serangkaian perubahan kepemimpinan di dalam grup tersebut. Baru-baru ini, Mandy West ditunjuk sebagai CEO merek pakaian wanita St John Knits, dan Marco Pozzo mengambil alih peran CEO di Wolford.
Selain itu, grup ini telah mengambil langkah-langkah strategis yang signifikan untuk fokus pada merek-merek utamanya, terutama karena fluktuasi yang terus terjadi di pasar barang mewah. Ini termasuk pelepasan label pakaian pria Italia, Caruso, yang dijual ke MondeVita Italy, anak perusahaan dari Mondevo Group.
Dari segi kinerja fiskal, grup tersebut mengalami penurunan pada semester pertama, dengan mencatat penurunan pendapatan sebesar 22%. Merek Lanvin, khususnya, mengalami penurunan paling signifikan, dengan penurunan sebesar 42%.
Mengapa Siddhartha Shukla meninggalkan Lanvin?
Alasan spesifik kepergian Siddhartha Shukla dari Lanvin belum diungkapkan.
Siapa yang akan mengambil alih tanggung jawab Shukla di Lanvin?
Andy Lew, presiden eksekutif grup dan ketua serta CEO Lanvin, akan terus mengawasi merek tersebut dan ambisi strategisnya.
Bagaimana kinerja keuangan Lanvin belakangan ini?
Pada paruh pertama tahun fiskal, pendapatan Lanvin mengalami penurunan signifikan sebesar 42%.