15 April, 2026

Singapore Airlines tidak ambil pusing dengan kursi kosong saat ACT catat kenaikan pariwisata

maskapai penerbangan singapura2 1470x960
Waktu Membaca: 2 menit

Singapura Maskapai penerbangan tersebut “senang” dengan jumlah penumpang yang terbang masuk dan keluar dari Canberra meskipun laporan pemerintah federal mengungkapkan banyak kursi kosong pada penerbangan pertamanya.

Sebuah laporan mengenai aktivitas penerbangan internasional pada bulan September oleh Departemen Infrastruktur dan Pembangunan Daerah menunjukkan lebih dari 3200 orang terbang masuk dan keluar dari Canberra setelah rute Capital Express diluncurkan pada tanggal 21 September.

Namun, meski penerbangan pertama yang mendarat terisi 95 persen, analisis menunjukkan enam penerbangan dari Wellington ke Canberra rata-rata terisi 94 kursi.

Penerbangan dari Singapura ke Canberra bernasib sedikit lebih baik, dengan rata-rata 142 kursi terisi per penerbangan.

Boeing 777-200 dapat mengangkut hingga 266 penumpang, termasuk 38 kursi kelas bisnis dan 228 kursi ekonomi.

Namun angka-angka ini tidak memperhitungkan lalu lintas yang dibawa melalui Canberra antara Singapura dan Wellington, kata juru bicara Departemen Infrastruktur.

Maskapai itu juga tidak mempermasalahkan sedikitnya jumlah penumpang, kata manajer ACT Singapore Airlines, Tan Chin Yu.

"Kami sangat terdorong oleh dukungan dari komunitas lokal sejak kami mulai beroperasi pada bulan Januari dan tetap senang dengan banyaknya pelanggan yang memilih untuk bepergian dengan layanan baru ini, baik ke Singapura maupun ke luar negeri dengan koneksi langsung ke Inggris/Eropa," ujarnya.

“Terdapat perpaduan yang baik antara pelancong bisnis dan rekreasi di kabin kelas bisnis dan ekonomi.”

Data juga mengungkapkan sekitar seperempat lebih banyak orang terbang meninggalkan Canberra daripada menuju ibu kota pada enam penerbangan pertama.

Aktivitas penerbangan internasional menunjukkan ada 1421 penumpang datang ke Canberra pada bulan September dibandingkan dengan 1784 penumpang keluar.

Penerbangan dari Canberra ke Wellington memiliki rata-rata penumpang sebanyak 142 orang. Penerbangan ke Singapura memiliki rata-rata 181 penumpang.

Laporan itu muncul saat ACT mencatat perubahan sebesar 45.5 persen pengunjung dari Singapura dan lonjakan sebesar 25.5 persen dalam kunjungan dari Selandia Baru.

Selandia Baru dan Singapura kini masing-masing berada di posisi keempat dan kelima dalam daftar pasar internasional utama ACT, di belakang Tiongkok, Inggris dan AS.

Wisatawan Singapura kini menyumbang 5 persen dari pasar internasional ACT sementara pariwisata Selandia Baru menyumbang 8.6 persen.

Rekor 206,915 orang mengunjungi ACT pada tahun hingga 30 September, naik 11.2 persen dari tahun sebelumnya. Pengunjung menghabiskan rekor $432 juta di ibu kota, lonjakan 13.4 persen.

Kepala Menteri Andrew Barr mengatakan periode pelaporan pengunjung berakhir pada bulan September dan hanya mencakup sembilan hari penerbangan internasional, tetapi jumlahnya menjadi pertanda baik untuk masa mendatang.

"Hasil terbaru mencerminkan komitmen Pemerintah ACT untuk meningkatkan ekonomi pengunjung hingga $2.5 miliar pada tahun 2020. Platform pemasaran "One Good Thing After Another" dari VisitCanberra dan peningkatan keterlibatan perdagangan perjalanan merupakan beberapa kegiatan yang dilakukan selain kerja sama dengan Singapore Airlines," ujar Bapak Barr.

Minggu lalu Qatar Airways mengumumkan akan menjadi maskapai internasional kedua yang terbang ke Canberra, membuka pintu gerbang lain ke Eropa dan sebaliknya.

Keputusan tersebut memicu kegembiraan dalam komunitas bisnis Canberra bahwa penerbangan langsung dapat membantu mendatangkan lebih banyak wisatawan selama periode perdagangan musim panas yang sepi dan bahwa lebih banyak maskapai penerbangan dapat segera mengikuti jejaknya.

Namun Air New Zealand telah menepis spekulasi bahwa maskapai penerbangan tersebut akan menjadi maskapai berikutnya yang terbang ke Canberra.

“Air New Zealand terus menilai jaringan rutenya, namun kami belum memiliki rencana saat ini untuk mengoperasikan penerbangan ke Canberra,” kata seorang juru bicara.

Emirates dan Etihad Airways juga menepis anggapan bahwa mereka mungkin menjadi yang berikutnya.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV