
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menerima kunjungan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta, hari ini, 13 Januari. Pertemuan kedua menlu ini merupakan pertemuan kedua setelah KTT ASEAN di Kuala Lumpur, November tahun lalu.
Bagi Bapak Balakrishnan, kunjungan ini merupakan kunjungan perdananya ke Indonesia sejak ia dilantik sebagai Menteri Luar Negeri Singapura pada Oktober 2015. Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri membahas sejumlah isu penting.
“Hubungan Indonesia dan Singapura “Ini merupakan salah satu hubungan bilateral yang paling intensif karena kedekatan geografis dan hubungan kerja sama kita yang erat,” kata Menteri Retno dalam keterangan resmi, Rabu, 13 Januari.
Para menteri membahas cara meningkatkan hubungan ekonomi antara kedua negara. Salah satu caranya adalah melalui ekspor agribisnis.
“Singapura membutuhkan produk ini, sedangkan Indonesia memiliki kapasitas. Kedekatan geografis kedua negara merupakan potensi yang dapat didekatkan,” kata Mendag.
Indonesia dan Singapura berencana mengadakan kolaborasi agribisnis di bidang penyimpanan dingin dan standar infrastruktur.
Kedua menteri juga membahas potensi kerja sama di bidang ketenagakerjaan. Menteri Retno menyampaikan bahwa Indonesia ke depannya akan meningkatkan kualitas tenaga kerja terampil, terutama di bidang yang banyak dibutuhkan seperti terapis, caregiver, dan lain-lain.
Pertemuan tersebut juga dihabiskan untuk membicarakan kerja sama regional, khususnya ASEAN, dan rencana kunjungan Perdana Menteri Singapura ke Indonesia.
Selain bertemu Menteri Retno, lawatan Bapak Balakrishnan ke Indonesia juga termasuk kunjungan kehormatan kepada Presiden Joko Widodo dan Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Singapura merupakan mitra dagang terbesar kedua Indonesia setelah TiongkokPada tahun 2014, nilai perdagangan antara Indonesia dan Singapura mencapai US$42 miliar.
Dalam hal investasi, Singapura merupakan investor terbesar bagi Indonesia. Pada tahun 2014, realisasi investasi Singapura di Indonesia mencapai US$5.8 miliar. Singapura juga merupakan penyumbang wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia, dengan rata-rata lebih dari 1.5 juta warga Singapura berkunjung ke Indonesia per tahun.