
Perusahaan pemenuhan e-commerce yang berkantor pusat di Singapura, Anchanto, mengatakan telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pos Logistik Indonesia untuk membawa teknologi, keahlian, dan jaringan regionalnya ke pasar Indonesia yang sedang berkembang pesat.
Indonesia adalah pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara Asia, dan berkembang pesat seiring beralihnya konsumen lokal ke pembelian daring, kata Anchanto dalam sebuah pernyataan.
Namun, salah satu kendalanya adalah penyedia logistik terus menggunakan proses yang dirancang untuk B2B (bisnis-ke-bisnis), dan bukan teknologi yang dirancang khusus. Hal ini mengakibatkan kurangnya visibilitas menyeluruh atas pesanan, kesalahan dan keterlambatan pengiriman, serta biaya yang lebih tinggi, menurut perusahaan tersebut.
Anchanto didirikan pada bulan Juni 2011, dan November lalu mendapatkan pendanaan Seri B yang jumlahnya dirahasiakan dari Transcosmos Inc. Jepang.
Nota Kesepahaman antara Anchanto dan Pos Logistik Indonesia, anak perusahaan PT Post Indonesia, akan membawa teknologi Anchanto yang berfokus pada e-commerce ke Indonesia, tambahnya.
Ini akan menawarkan layanan pemenuhan kebutuhan perusahaan lokal dan lintas batas yang dikembangkan dari awal.
“MoU ini memungkinkan kami membangun layanan pemenuhan kebutuhan e-commerce dan logistik terbesar untuk pasar Indonesia,” kata salah seorang pendiri dan CEO Anchanto, Vaibhav Dabhade.
“Misi kami adalah agar perusahaan e-commerce, penjual, dan merek dapat fokus pada hal yang paling mereka kuasai, sementara kami menyediakan teknologi dan infrastruktur pemenuhan pesanan kelas dunia dengan mitra 3PL (logistik pihak ketiga) di wilayah tersebut kepada mereka dalam skala besar dan sesuai permintaan,” imbuhnya.
Setelah diimplementasikan pada bulan Maret, Anchanto dan Pos Logistik Indonesia akan membentuk tim e-commerce khusus untuk menawarkan rangkaian layanan lengkap.
Ini akan mencakup visibilitas pesanan waktu nyata, pengambilan dan pengemasan, manajemen penjualan saluran, daftar inventaris persisten di seluruh pasar lokal dan regional, dan dukungan pelanggan.
“Kami memiliki rencana yang kuat untuk menangkap pangsa pasar logistik e-commerce dan e-commerce lintas batas untuk pasar Indonesia dengan membantu UKM (usaha kecil dan menengah), bisnis lokal, dan merek,” kata direktur Pos Logistik Indonesia Hariyanto.