
Konsumsi gelas sekali pakai di restoran cepat saji Korea telah turun hingga 72 persen.
Perubahan telah terjadi sejak perusahaan mulai berpartisipasi dalam gerakan yang digagas pemerintah untuk mengurangi penggunaan plastik.
Kementerian Lingkungan Hidup Korea menilai 1000 gerai dengan 21 merek selama setahun terakhir, 16 di antaranya kopi rantai (termasuk Starbucks) dan lima restoran cepat saji (termasuk Lotteria dan McDonald's) yang semuanya berlokasi di wilayah metropolitan Incheon dan sekitarnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa 81 persen gerai menyajikan minuman dalam gelas multiguna, sehingga mengurangi ketergantungan gerai pada gelas sekali pakai dari 206 ton Juli lalu menjadi 58 ton pada April. Semua merek yang dinilai menawarkan diskon bagi pelanggan yang membawa gelas sendiri, dan banyak yang mengganti sedotan plastik dengan alternatif lain.
“Kita bisa hidup tanpa produk sekali pakai dan produk tersebut bisa diganti,” kata seorang pejabat kementerian. “Memang merepotkan tanpa produk sekali pakai, tetapi kita harus berusaha.”