
Smart Trends International Sdn Bhd, spesialis perekrutan dan konsultasi pelatihan, ingin memperluas operasinya di pasar negara berkembang Asia dan Afrika.
Smart Trends menawarkan pelatihan perusahaan dan program teknis, yang dirancang untuk membekali pekerja dan non-pekerja dengan keterampilan dan kemampuan khusus untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efisien dan membantu dalam meningkatkan keterampilan dan meningkatkan kinerja mereka.
Perusahaan tersebut juga baru-baru ini menandatangani kemitraan strategis dengan NCFE (Inggris) untuk mengembangkan kursus teknis dan kejuruan yang dirancang khusus untuk kawasan Asean. NCFE merupakan organisasi pemberi penghargaan yang dibentuk oleh regulator kualifikasi untuk Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.
"Kami mencoba merambah pasar-pasar ini pada kuartal keempat tahun ini karena kami merasa ada banyak potensi, terutama dalam hal pendidikan kejuruan," kata Ketua dan CEO Grup Smart Trends, Datuk Dr. Emmanuel Benson, di sela-sela Global Leadership Awards 2018 baru-baru ini.
“Afrika adalah pasar yang sedang berkembang dan mereka membutuhkan pendidikan, terutama dalam pelatihan kejuruan dan teknis. Tidak semua orang (di sana) mampu untuk kuliah atau universitas,” imbuhnya.
Smart Trends saat ini hadir di Sri Lanka dan Vietnam dengan pembukaan pusat pelatihan di negara-negara tersebut.
Pada tahun 2017, lembaga ini telah berhasil melatih dan menempatkan lebih dari 1,200 warga Malaysia di perusahaan multinasional global (MNC) serta perusahaan manufaktur, konstruksi, dan minyak & gas Malaysia, menurut situs webnya.
Ke depannya, Benson mengatakan dia yakin akan ada banyak perusahaan multinasional pekerjaan Peluang datang ke Malaysia, didorong oleh melonjaknya investasi langsung asing (FDI) ke negara tersebut serta tumbuhnya industri.
“Industri pelatihan adalah sektor yang terus berkembang dan tumbuh, dan Anda tahu bahwa keterampilan mikro selalu dibutuhkan.
Dan yang menjadi kekurangan kita (di sini) adalah lulusan kita tidak bisa mendapatkan pekerjaan dan banyak yang terkena PHK, jadi micro-skilling itu penting dan memegang peranan penting untuk mendapatkan pekerjaan,” imbuhnya.
Dalam acara tersebut, Benson berhasil membawa pulang dua penghargaan, yaitu “Masterclass CEO of the Year” dan “Leadership Excellence in Human Capital Development Through Technology Innovation”.