
Setelah bekerja sama dengan Amazon, yang membuat Snapchat mulai menguji coba belanja pencarian visual, perusahaan media sosial AS ini kini telah memperkenalkan tiga rute periklanan untuk pengecer menggunakan.
Yang pertama, yang telah melalui fase uji coba awal, disebut iklan Shoppable Snap, yang tersedia melalui platform pembelian iklan swalayan Snapchat. Sebelumnya dikenal sebagai iklan Collection, kini pengiklan dapat membuat koleksi produk yang dapat dibeli.
Hal ini mengarah ke fungsi baru kedua, di mana merek dapat mengimpor katalog produk mereka dan langsung membuat iklan dari aset yang sudah tersedia.
Merek juga dapat menggunakan umpan katalog produk impor mereka untuk membuat Iklan Story dan Iklan Snap. Umpan ini dirancang seperti tautan belanja yang sudah digunakan oleh Instagram dan Facebook, yang memungkinkan pengguna untuk mengetuk gambar produk dan melihat informasi lebih lanjut tentangnya.
Ketiga, piksel Snapchat dirancang untuk fokus pada pengguna Snapchat yang mengunjungi suatu situs, sehingga memungkinkan merek melihat jenis halaman apa yang dikunjungi pengguna.
Ke depannya, Snapchat akan bekerja sama dengan lebih dari 40 mitra baru dengan pengalaman iklan digital, untuk membantu pengiklan membuat iklan dengan kemampuan e-commerce, respons langsung, dan berbasis data.
Berita itu muncul saat Snapchat terus mengumpulkan banyak pengikut, terutama di kalangan konsumen muda.
Sebuah laporan oleh firma riset eMarketer mengatakan Snapchat diperkirakan akan menambah 1.2 juta pengguna remaja baru pada tahun 2022.
Sebagai perbandingan, perusahaan media sosial pesaingnya, Facebook, diperkirakan akan kehilangan 2.2 juta pengguna, kata laporan itu.
Untuk kuartal kedua yang baru saja berakhir, pendapatan global Snapchat tumbuh 44 persen mencapai $262 juta. Snapchat memprediksi pendapatan kuartal ketiga saat ini akan turun antara $265 juta hingga $290 juta, naik 27 persen hingga 39 persen dari tahun sebelumnya.