Raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino telah menandatangani kesepakatan kemitraan dengan pengembang energi surya Sunseap Group untuk memperoleh 100% listrik terbarukan, setelah proyek tersebut berjalan.
Reuters melaporkan bahwa Apple berencana untuk membuat proyek energi surya berkapasitas 200 megawatt di China dan bekerja sama dengan pemasok lokal untuk memperoleh lebih banyak energi terbarukan. Selain itu, perusahaan berkomitmen untuk membeli lebih banyak listrik dari ladang surya California untuk kampus barunya di Silicon Valley, yang akan menggunakan atap untuk memanfaatkan listrik dari matahari.
Apple baru eceran toko dan gedung milik publik di Singapura akan menggunakan panel surya atap pada 800 gedung untuk menghasilkan total energi terbarukan sebesar 50 megawatt (MW) yang dapat memberi daya hingga 9,000 rumah. Fasilitas baru perusahaan tersebut akan menghabiskan sekitar 33MW dari kapasitas proyek.
Belum ada kabar mengenai lokasi sebenarnya dan tanggal peluncuran Apple Store ritel mendatang di Singapura. Namun, direktur pelaksana Sunseap Frank Phuan telah menyuarakan hal positif tentang globalisasi praktik energi berkelanjutan karena semakin banyak perusahaan mulai merangkul teknologi baru.