12 Maret, 2026

SOS yang Diukir di Bekas Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia Ingatkan Masyarakat

sos indonesia
Waktu Membaca: 2 menit

Seorang seniman Lithuania telah mengukir pesan SOS raksasa di perkebunan kelapa sawit Indonesia untuk menarik perhatian terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh penggundulan hutan.

Ernest Zacharevic mengkurasi proyek “Save Our Souls” sebagai bagian dari kampanye tentang dampak perkebunan kelapa sawit terhadap masyarakat suku dan spesies yang terancam punah seperti orangutan.

“Kita, sebagai konsumen, begitu terpisah dari sumber komoditas kita sehingga kita tidak lagi mampu melihat konsekuensi dari pilihan kita sehari-hari,” kata Zacharevic.

“Saya ingin mengomunikasikan besarnya masalah ini.”

Sinyal SOS raksasa yang dirampungkannya bulan lalu itu membentang sepanjang sekitar setengah kilometer di dalam perkebunan di Sumatera Utara dan dapat dilihat dari udara. Lahan itu akan ditanami kembali dengan spesies pohon asli, katanya.

Para pegiat lingkungan hidup mengatakan pembukaan lahan untuk perkebunan pertanian di Indonesia, produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, bertanggung jawab atas kerusakan hutan. Luas hutan telah menurun hampir seperempat sejak tahun 1990, menurut World Bank Data.

SOS Zacharevic muncul di tengah meningkatnya tekanan pada perusahaan untuk mengadopsi praktik berkelanjutan. PepsiCo dan perusahaan kosmetik Inggris Lush telah berkomitmen untuk mengakhiri penggunaan minyak kelapa sawit – yang ditemukan dalam berbagai produk mulai dari sabun hingga sereal – atau memastikan pasokan mereka etis.

Bulan lalu, raksasa barang konsumen Unilever mengatakan telah mengungkap rantai pasokan minyak sawitnya untuk meningkatkan transparansi.

Indonesia telah menjadi fokus upaya global untuk mengendalikan emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh penggundulan hutan di lahan gambut yang kaya karbon untuk membuka jalan bagi perkebunan bagi industri seperti minyak sawit, pulp, dan kertas.

Hutan-hutan ini seringkali berada di daerah terpencil yang telah lama dihuni oleh masyarakat adat, yang mungkin tidak memiliki dokumen yang membuktikan kepemilikan atau dapat mengajukan keberatan terhadap akuisisi tanah di negara Asia Tenggara yang kaya sumber daya tersebut.

Hutan juga menjadi rumah bagi populasi satwa liar yang jumlahnya semakin berkurang. Menurut perkiraan para pegiat konservasi, hanya ada sekitar 14,600 orangutan yang tersisa di alam liar Sumatera.

Kampanye Splash and Burn – plesetan dari metode tebang dan bakar yang digunakan untuk membuka hutan untuk perkebunan – didukung oleh lembaga amal, Sumatran Orangutan Society, dan Lush.

“Kita semua berkontribusi terhadap dampak buruk minyak kelapa sawit yang tidak berkelanjutan, baik dengan mengonsumsi produk atau mendukung kebijakan yang memengaruhi perdagangan,” kata Zacharevic.

“Proyek ini merupakan upaya untuk menarik kesadaran khalayak yang lebih luas.”

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV