10 Maret, 2026

Korea Selatan setuju untuk lebih membuka pasar otomotif bagi AS

penjualan mobil
Waktu Membaca: 2 menit

Korea Selatan telah sepakat untuk lebih membuka pasar otomotifnya bagi Amerika Serikat seiring kedua negara bersiap untuk mengamandemen perjanjian perdagangan bebas mereka yang telah berusia enam tahun, ungkap negosiator perdagangan utama Korea Selatan, Senin. Menteri Perdagangan Korea Selatan, Kim Hyun-chong, mengatakan Amerika Serikat akan menghapus tarif untuk truk pikap buatan Korea Selatan pada tahun 2041, alih-alih tahun 2021.

Setiap produsen mobil Amerika juga akan dapat mengekspor 25,000 kendaraan tambahan ke Korea Selatan setiap tahun tanpa harus mematuhi peraturan keselamatan dalam negeri. Korea Selatan juga akan melonggarkan standar emisi untuk mobil-mobil Amerika yang dikirim mulai tahun 2021-2025, saat negara Asia tersebut akan menetapkan standar emisi baru. mengimpor peraturan.

Kim mengatakan Korea Selatan juga memperoleh pengecualian dari tarif impor yang lebih tinggi untuk produk baja. Sebagai eksportir baja terbesar ketiga ke Amerika Serikat setelah Kanada dan Brasil, Korea Selatan termasuk di antara 12 negara yang ekspor baja dan aluminiumnya menurut Presiden AS Donald Trump baru-baru ini akan dikenakan tarif yang tinggi. Namun, pengecualian tarif baja Korea Selatan tunduk pada kuota sekitar 2.7 juta ton produk baja per tahun, sekitar 74 persen dari ekspornya pada tahun 2017.

Kesepakatan tersebut pada prinsipnya diumumkan pada hari Senin, beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan segera mengubah perjanjian dagangnya dengan Korea Selatan, yang mulai berlaku pada tahun 2012. Kesepakatan tersebut melegakan industri Korea Selatan, meskipun perusahaan baja tersebut mengatakan bahwa mereka menginginkan kuota ekspor bebas tarif yang lebih besar ke Amerika Serikat.

Sektor otomotif merupakan salah satu isu paling kontroversial dalam hubungan dagang Korea Selatan dengan AS. Asosiasi Produsen Mobil Korea memuji upaya pemerintah untuk melindungi produsen mobil Korea Selatan dan menghindari perubahan besar pada isu-isu sensitif seperti penyesuaian tarif.

Perjanjian yang direvisi tersebut tampak seperti konsesi yang signifikan oleh Korea Selatan, tetapi diperkirakan tidak akan berdampak besar pada ekspornya ke Amerika Serikat atau pasar otomotif domestiknya. Menurut Kim, tidak ada perusahaan otomotif lokal yang mengekspor truk pikap buatan Korea Selatan ke Amerika Serikat.

Sementara produsen mobil AS akan mampu mengirimkan 50,000 mobil ke Korea Selatan setiap tahunnya, 25,000 lebih banyak dari sebelumnya, tanpa tunduk pada peraturan keselamatan dalam negeri, tidak ada merek mobil Amerika yang menjual lebih dari 10,000 kendaraan di Korea Selatan tahun lalu.

Para negosiator Korea Selatan berhasil menghindari perubahan dalam perlakuan terhadap sektor pertaniannya, area yang sangat sensitif dalam politik dalam negeri.

Kedua sekutu tersebut mulai berupaya mengubah perjanjian perdagangan bebas pada bulan Agustus setelah Trump menyalahkan pengaturan tersebut sebagai penyebab defisit perdagangan AS dengan Korea Selatan.

Presiden mengatakan kepada wartawan pada konferensi pers hari Jumat bahwa kesepakatan perdagangan sedang dibuat dengan berbagai negara dan kemudian menyoroti Korea Selatan, mitra ekonomi dan keamanan nasional utama di AsiaAmerika Serikat mengalami defisit perdagangan sebesar $10.3 miliar dengan Korea Selatan tahun lalu.

Sementara Amerika Serikat membukukan surplus perdagangan sebesar $10.7 miliar dengan Korea Selatan di sektor jasa, negara itu mencatat defisit perdagangan barang sebesar $27.7 miliar pada tahun 2016, sehingga defisit keseluruhannya menjadi $17.0 miliar.

Setelah pernyataan Trump, Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan ia berharap kesepakatan akhir dengan Seoul akan diumumkan minggu depan.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV