10 Maret, 2026

Langkah lebih lanjut diperlukan untuk menggagalkan langkah Uni Eropa untuk melarang minyak kelapa sawit dalam biofuel

minyak kelapa sawit
Waktu Membaca: 2 menit

Lebih banyak keterlibatan, konsultasi dan tindakan lanjutan diperlukan untuk menghilangkan ancaman Uni Eropa (UE) untuk melarang penggunaan minyak sawit dalam biofuel, kata veteran industri Tan Sri Dr Yusof Basiron.

Mantan CEO Dewan Minyak Sawit Malaysia itu mengatakan sikap Malaysia masih belum diindahkan oleh Parlemen Uni Eropa, meskipun berbagai pembicaraan dan keterlibatan telah dilakukan dan dilaksanakan di tingkat pemerintah-ke-pemerintah.

“Sudah ada pernyataan yang jelas dari pemerintah negara-negara penghasil minyak kelapa sawit utama yang menentang larangan tersebut dan bahkan ada yang mengisyaratkan kemungkinan perdagangan tindakan atau pembalasan, termasuk berkonsultasi dengan Organisasi Perdagangan Dunia, untuk mencegah UE menerapkan larangan diskriminatif terhadap minyak sawit untuk biofuel,” katanya.

Yusof mengatakan MPOC dan kantor perwakilan Dewan Minyak Sawit Malaysia di UE menyadari perlunya melawan larangan tersebut ketika ancaman pertama kali muncul.

Akibatnya, banyak inisiatif telah diambil, termasuk pembicaraan berkelanjutan dengan negara-negara Uni Eropa, untuk menentang larangan yang diusulkan oleh blok perdagangan tersebut.

Parlemen Uni Eropa memberikan suara pada tanggal 17 Januari 2018 untuk melarang biofuel berbasis minyak kelapa sawit pada tahun 2021, sementara biofuel berbasis minyak nabati lainnya seperti minyak kedelai dan minyak lobak dapat terus digunakan hingga tahun 2030.

Spanyol merupakan negara Uni Eropa terakhir yang menentang resolusi tersebut setelah Prancis, Swedia, Inggris (Anggota Parlemen Konservatif yang merupakan bagian dari partai yang memerintah Perdana Menteri Theresa May), Jerman, dan Belanda.

Yusof mengatakan negara-negara penghasil minyak sawit telah bereaksi terhadap pelarangan biofuel sawit ini sebagai diskriminasi perdagangan yang akan mempengaruhi impor ke Uni Eropa, karena minyak kedelai dan minyak lobak yang diproduksi secara lokal tidak dikenakan larangan serupa.

“Ada pula Anggota Parlemen Eropa (MEP) yang bersimpati terhadap upaya menjaga hubungan dagang baik dengan negara-negara penghasil minyak sawit.

"Hal ini tercermin dalam amandemen yang diajukan oleh 57 anggota Parlemen Eropa untuk mencabut larangan biofuel kelapa sawit. Meskipun demikian, 492 anggota Parlemen Eropa memberikan suara mendukung larangan tersebut, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan 640 anggota yang memberikan suara mendukung pada April 2017," katanya.

Namun, katanya, Parlemen Uni Eropa biasanya akan memberikan suara berdasarkan tren popularitas, karena mereka tahu bahwa putaran pemeriksaan berikutnya untuk menyetujui Renewable Energy Energi RUU Arahan (RED) akan dilakukan pada pertemuan tripartit atau trilog, di mana dewan akan membahas dan merekomendasikan versi final RUU RED.

Trilog yang akan segera diselenggarakan akan terdiri dari perwakilan pemerintah negara-negara anggota UE, Komisi dan Parlemen.

“Telah diperkirakan bahwa Dewan dan Komisi, yang secara teknis kompeten dengan konsekuensi hukum, ekonomi dan ilmiah dari larangan diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit, tidak mendukung larangan tersebut.

“Kami berharap larangan penggunaan biofuel yang akan disetujui dalam RUU RED tidak akan bersifat diskriminatif terhadap minyak sawit,” kata Yusof.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV