
Dalam sebuah pergeseran yang luar biasa, pasar pusat data Sydney sedang meningkat, dibuktikan dengan penurunan tingkat kekosongan dari 9% menjadi 5.2%. Pergeseran ini menggarisbawahi semakin kuatnya posisi kota ini sebagai pusat regional untuk pusat data, sebagaimana disorot dalam laporan terbaru oleh Cushman dan Wakefield. Bahkan tanpa peningkatan kapasitas operasional yang signifikan selama paruh pertama tahun 2025, fundamental yang kuat menopang tren kenaikan pasar.
Laporan tersebut mencatat bahwa permintaan berkelanjutan untuk layanan cloud dan beban kerja kecerdasan buatan (AI) telah menjadi pendorong utama penurunan tingkat kekosongan ini. Alur pengembangan tetap dinamis, dengan pemain baru memasuki lanskap pusat data. Khususnya, ISPT, sebuah perusahaan investasi real estat terkemuka, telah mengajukan rencana untuk pusat data berkapasitas 170 MW di North Ryde, yang memperkuat daya tarik Sydney sebagai pusat strategis untuk manajemen data.
Menambah momentum, Macquarie Data Centres telah memulai kesepakatan untuk mengakuisisi sebidang tanah di Sydney senilai US$157 juta, yang direncanakan untuk kampus pusat data potensial berkapasitas 150 MW. Sementara itu, Stack Infrastructure, dengan pandangan ke masa depan, sedang merencanakan kampus 450 MW yang substansial di Erskine Park, yang didukung oleh investasi sebesar US$405.3 juta—salah satu pengembangan satu lokasi terbesar dalam sejarah Sydney. Ini bukan sekadar masalah angka; ini adalah strategi multifaset di mana sektor pusat data menjadi semenarik bubble tea rasa baru di pusat kota Sydney.
Dalam sebuah langkah penting, Partners Group telah memperluas jejaknya dengan tidak hanya mengakuisisi Digital Halo di Singapura tetapi juga GreenSquareDC di Australia dengan nilai US$759 juta. Investasi ini menandakan komitmen untuk menjadikan GreenSquareDC sebagai platform pusat data yang berwawasan ke depan, yang dirancang untuk memenuhi permintaan hyperscaler dan AI yang terus meningkat.
Selain itu, di sektor konektivitas, Vocus Group akan mengakuisisi aset infrastruktur serat optik TPG Telecom, beserta bisnis Enterprise, Government, dan Wholesale (EG&W). Pemerintah Australia telah menyetujui akuisisi senilai US$3.42 miliar ini, yang diperkirakan akan rampung pada akhir tahun, menandai konsolidasi signifikan dalam lanskap telekomunikasi.
Adopsi cloud terus meningkat di berbagai industri di Australia. Persemakmuran Bank Australia baru-baru ini menyelesaikan migrasi ke Amazon Web Services (AWS), menandai era baru kapabilitas digital. Demikian pula, Departemen Pertahanan telah menandatangani kontrak lima tahun senilai US$324.71 juta dengan Microsoft untuk layanan cloud, yang semakin memperkuat kemitraan dalam ekosistem teknologi. CareSuper, dana pensiun terkemuka, juga sedang mentransisikan aplikasi dan datanya ke Microsoft Azure.
Kesimpulannya, pasar pusat data Sydney tidak hanya tetap tangguh tetapi juga berkembang secara dinamis, didorong oleh permintaan yang kuat, investasi strategis, dan transformasi digital yang berkelanjutan di berbagai sektor.
Apa yang menyebabkan penurunan tingkat kekosongan pusat data di Sydney?
Penurunan tajam dari 9% menjadi 5.2% dalam tingkat kekosongan terutama didorong oleh permintaan berkelanjutan untuk layanan cloud dan beban kerja AI, yang mencerminkan minat yang kuat terhadap solusi manajemen data.
Perkembangan besar apa yang diharapkan di sektor pusat data Sydney?
Perkembangan utama meliputi usulan pusat data ISPT berkapasitas 170MW di North Ryde dan kampus ambisius Stack Infrastructure berkapasitas 450MW di Erskine Park, yang menandakan investasi signifikan di kawasan tersebut.
Bagaimana adopsi cloud berubah di pasar Australia?
Adopsi cloud semakin cepat, seperti terlihat dari migrasi Commonwealth Bank ke AWS dan perjanjian substansial Departemen Pertahanan dengan Microsoft, yang menggarisbawahi tren transformasi digital yang lebih luas di berbagai sektor.