
Takata Corp Jepang memutuskan pada hari Senin untuk mengajukan perlindungan kebangkrutan di Jepang dengan kewajiban lebih dari 1 triliun yen (US$9 miliar), media Jepang melaporkan, saat pemasok suku cadang mobil tersebut telah berjuang karena inflator kantung udaranya yang rusak yang menjadi pusat penarikan produk terbesar dalam industri otomotif.
Keputusan itu diambil dalam rapat dewan khusus, kata lembaga penyiaran publik NHK.
Takata diperkirakan akan mengajukan prosedur perlindungan kebangkrutan ala Bab 11 AS, bersamaan dengan pengajuan serupa di Amerika Serikat, menurut sumber Reuters. Hal ini akan membuka peluang bagi keuangan penyelamatan dari pemasok suku cadang mobil AS, Key Safety Systems, yang telah ditunjuk Takata sebagai sponsor keuangan pilihannya.
Inflator kantung udara rusak buatan Takata telah dikaitkan dengan sedikitnya 17 kematian di Amerika Serikat dan negara lain, yang memicu penarikan kembali global besar-besaran yang dimulai hampir satu dekade lalu.