17 Maret, 2026

Layanan taksi dengan aplikasi bermunculan seperti jamur

MRT Jakarta
Waktu Membaca: 3 menit

Layanan taksi yang dilengkapi dengan aplikasi pemesanan bermunculan seperti jamur di Indonesia karena orang-orang mencari moda transportasi yang lebih dapat diandalkan di tengah buruknya fasilitas transportasi umum di negara ini.

GrabTaxi, Uber atau bahkan aplikasi ojek yang baru didirikan Go-Jek menyebar dengan cepat di kota-kota besar di negara ini.

Nadiem Makarim, pendiri dan CEO aplikasi Go-Jek, mengatakan bahwa ia mendapat ide mendirikan Go-Jek pada tahun 2011 karena kebutuhannya akan layanan transportasi dan kurir yang cepat dan dapat diandalkan di ibu kota.

Perusahaan yang pertama kali didirikan untuk melayani para komuter Jakarta ini dengan cepat memperluas layanannya dan kini juga tersedia di Bandung, Jawa Barat; Denpasar, Bali; dan Surabaya, Jawa Timur.

"Ekspansi ini didasarkan pada tingkat kemacetan lalu lintas kota, ketersediaan pengemudi ojek, dan tingkat ekonomi kota karena pengguna kami berasal dari kelas menengah dan menengah ke atas," katanya kepada The Jakarta Post. "Kami berencana untuk memperluas kehadiran kami di kota-kota lain di seluruh negeri, tetapi kami belum dapat menyebutkan nama-nama kotanya," lanjutnya.

Sejak Go-Jek meluncurkan aplikasi selulernya pada bulan Januari tahun ini, jumlah mitra ojeknya meningkat dari 1,000 menjadi 10,000 di tengah meningkatnya permintaan. Aplikasi itu sendiri telah diunduh 650,000 kali sejak diluncurkan, kata Nadiem.

Kepala pemasaran kantor perwakilan perusahaan Malaysia GrabTaxi di Indonesia, Kiki Rizki, juga mengatakan bahwa kehadiran perusahaan di Indonesia ditujukan untuk memanfaatkan meningkatnya permintaan akan transportasi yang aman dan dapat diandalkan di kota-kota utama negara tersebut.

“Kami melihat masalah transportasi serupa di kota-kota besar di seluruh Asia Tenggara Asia“Pada dasarnya masyarakat membutuhkan transportasi umum yang dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan cepat, itulah yang kami tawarkan di GrabTaxi,” ungkap Kiki kepada Post.

Ia mengatakan bahwa layanan GrabTaxi, yang melibatkan ribuan pengemudi terpilih dari lima armada taksi terkemuka di negara ini dan menugaskan taksi yang tersedia kepada penumpang terdekat menggunakan teknologi pemetaan dan berbagi lokasi, kini tersedia tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Surabaya dan Padang di Sumatera Barat.

Aplikasi menampilkan identitas pengemudi, plat nomor taksi yang akan menjemput penumpang dan perkiraan waktu kedatangannya.

“Dengan menggunakan aplikasi ini, pelanggan tidak perlu khawatir ditipu oleh pengemudi taksi, karena mereka dapat memantau perjalanannya dan mendapatkan informasi tentang identitas pengemudi,” katanya.

Perusahaan juga memutuskan untuk meluncurkan GrabBike, yang mirip dengan layanan Go-Jek, bulan lalu, dan sejak itu telah menampung lebih dari 1,000 pengemudi ojek, kata Kiki.

Demikian pula, salah satu pesaing globalnya, Uber, juga tidak mengoperasikan armadanya sendiri. Sementara GrabTaxi bermitra dengan pengemudi taksi resmi, Uber bermitra dengan perusahaan limosin atau mobil sewaan berlisensi yang dikemudikan oleh sopir. Namun, operasi ini telah dikritik oleh pemerintah kota terkait legalitasnya.

Menurut Castrol Stop-Start Index yang meneliti kondisi lalu lintas di 78 kota dan wilayah di seluruh dunia, Jakarta menempati peringkat kota dengan jumlah berhenti dan mulai tertinggi dengan rata-rata 33,240 per pengemudi per tahun.

Kota Surabaya di Jawa Timur juga masuk dalam daftar tersebut, dengan rata-rata stop-start tertinggi keempat, mencapai 29,880 per tahun.

Saat ini Jakarta memiliki satu moda transportasi umum berbasis rel, yaitu kereta komuter yang dioperasikan oleh PT KAI.

Sementara pemerintah saat ini tengah membangun sistem MRT di Jakarta dan akan segera memulai pembangunan sistem trem di Surabaya, perhatian yang diberikan untuk meningkatkan manajemen bus kota masih sangat kurang. Misalnya, minibus Metromini dan Kopaja di Jakarta saat ini dimiliki dan dioperasikan oleh swasta, tanpa sistem manajemen yang terpadu.

Juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Andravida Barata, mengatakan, pihaknya tidak akan melegitimasi sepeda motor sebagai angkutan umum. Sebab, tidak ada ketentuan keselamatan yang mengatur sepeda motor sebagai sarana angkutan umum.

"Kementerian tidak akan mengatur ojek karena sepeda motor tidak memenuhi standar angkutan umum yang layak, tetapi kita juga tidak dapat menyangkal bahwa aplikasi seluler ini muncul berdasarkan permintaan masyarakat," kata Julius.

“Kementerian bersama Pemprov DKI akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan transportasi dalam kota agar masyarakat bisa mendapatkan transportasi umum yang aman dan memenuhi standar keselamatan,” lanjutnya. Namun, pengelolaan transportasi umum tetap menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.
administrasi.

Dari total Rp 64 triliun yang dialokasikan untuk kementerian dalam APBN-P 2015, kementerian mengalokasikan kurang dari 10 persen atau Rp 6.07 triliun untuk direktorat jenderal perhubungan darat.

Julius mengatakan, tahun ini Kementerian Perhubungan akan menyediakan 1,000 bus bagi Damri dan Perusahaan Daerah Otobus (PDA) di seluruh Indonesia. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap transportasi perkotaan.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV