14 Maret, 2026

Masa-masa sulit: Sektor ritel Singapura menunjukkan empat tanda kelemahan

ritel Singapura 1
Waktu Membaca: 2 menit

Harga sewa di wilayah Tengah mungkin turun 6-8% di Q4.

Prospek Singapura eceran Sektor ritel selama tiga bulan terakhir tahun ini tetap lesu, dengan sewa ritel yang lemah diperparah oleh pengecer yang menggabungkan gerai untuk mengefisienkan biaya.

Rata-rata sewa ritel utama di seluruh pulau menurun pada Q3 2016, dengan Orchard Road turun untuk pertama kalinya sejak Q2 2015 akibat iklim ritel yang lebih ketat, menurut laporan Knight Frank (KF).

Rata-rata sewa bruto untuk ruang utama adalah $31.20, yang menunjukkan penurunan 2.2% YoY dan penurunan 0.2% secara triwulanan. Sementara itu, rata-rata sewa utama Orchard Road turun 0.1% YoY dan 0.5% QoQ.

Menurut KF, rata-rata sewa di Wilayah Tengah diperkirakan turun sebesar 6.0% hingga 8.0% tahun ke tahun pada Q4 2016, sementara sewa utama yang lebih tangguh akan mengalami penurunan hingga 3.0% tahun ke tahun pada periode yang sama.

"Penurunan harga sewa yang diharapkan tidak hanya memperhitungkan proyeksi melemahnya permintaan dari pengecer, tetapi juga kemungkinan pemilik properti menyesuaikan kembali struktur sewa untuk membantu penyewa mereka mengatasi siklus pasar yang menurun agar dapat mempertahankan status hunian yang sehat," katanya.

Diperkirakan 1,072,000 kaki persegi ruang ritel utama yang dapat disewakan bersih dijadwalkan selesai sepanjang tahun 2016. KF mencatat bahwa dari jumlah ini, 38.2% (409,000 kaki persegi) telah siap pada paruh pertama tahun 2016, sedangkan sisanya 663,000 kaki persegi akan selesai pada H2 2016.

"Selain itu, sikap hati-hati yang diambil oleh para pengecer terhadap perluasan bisnis, menyebabkan tingkat hunian di seluruh pulau kemungkinan akan turun dari 92.8% pada Q4 2015 menjadi antara 90.0% dan 92.0% pada Q4 2016," kata KF.

Prospek pesimis KF terhadap sektor ritel Singapura didukung oleh indikasi-indikasi berikut mengenai lemahnya belanja secara keseluruhan:

1. Keyakinan konsumen Singapura memasuki kisaran pesimistis.

Berdasarkan Indeks Kepercayaan Konsumen Mastercard, Singapura mengalami penurunan signifikan sebesar 10.7 poin pada H1 2016 dibandingkan H2 2015. Tingkat penurunan ini hanya tertinggal dari Indonesia (-14.7 poin) dan Hong Kong (-12.4 poin), dari 17 negara dalam indeks ini. Asia Wilayah Pasifik dilacak oleh Mastercard.

2. Indeks Penjualan Ritel secara keseluruhan (tidak termasuk kendaraan bermotor) (disesuaikan secara musiman, dengan harga konstan) meningkat sebesar 3.5% per bulan pada bulan Juli 2016 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Semua perdagangan ritel mengalami peningkatan kecuali Makanan & Minuman, yang menurun sebesar 1.5% per bulan (mom) selama periode yang sama. Namun secara tahun ke tahun (yoy), keseluruhan penjualan ritel (dengan harga konstan) menurun sebesar 3.7% pada bulan Juli 2016, dengan perdagangan Peralatan Komputer & Telekomunikasi (-18.7% y-oy), Jam Tangan & Perhiasan (-16.6% y-y) dan Makanan & Minuman (-9.7% y-y) mengalami penurunan paling tajam.

3. Ketenagakerjaan di sektor perdagangan grosir dan eceran menurun sebesar 1.8% pada H1 2016 dibandingkan dengan H2 2015. Hal ini dapat dikaitkan dengan melemahnya penjualan eceran dan meningkatnya kehati-hatian dalam penempatan tenaga kerja oleh para pengecer.

4. Jumlah kunjungan wisatawan pada periode Januari hingga Juli 2016 meningkat sebesar 11.5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sehingga mencapai 9.8 juta orang. Sementara jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok dan Indonesia masing-masing meningkat sebesar 49.2% yoy dan 6.8% yoy pada tujuh bulan pertama tahun 2016 dibandingkan periode yang sama tahun 2015, jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia turun sebesar 1.6% yoy.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV