
Pada tahun 2025, Thailand mengungguli semua negara Asia Tenggara dalam pembelian emas batangan dan koin, menandakan lonjakan permintaan. Menurut World Gold Council, total pembelian di negara tersebut mencapai 51.4 ton, yang mewakili sekitar 36% dari total permintaan di kawasan tersebut. Peningkatan signifikan dalam pembelian emas ini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut dalam tujuh tahun terakhir, dengan nilai lebih dari US$6 miliar. Akibatnya, Thailand melampaui Vietnam, pasar emas terkemuka sebelumnya di kawasan tersebut, yang mencatat permintaan sebesar 42.1 ton pada tahun 2024.
Secara kolektif, lima pasar emas terkemuka di Asia Tenggara menyaksikan lonjakan lebih dari 15% dalam pembelian batangan dan koin emas tahun lalu. Total permintaan mencapai rekor tertinggi baru dalam sembilan tahun terakhir, yaitu 139 ton. Vietnam berada di belakang Thailand, menempati posisi kedua dengan permintaan sebesar 36.1 ton. Namun, Vietnam adalah satu-satunya negara yang melaporkan penurunan penjualan emas, dengan penurunan sebesar 14%.
Selama kuartal terakhir tahun 2025, perdagangan emas Vietnam menyusut untuk kuartal keenam berturut-turut, mencapai titik terendah dalam hampir setengah dekade. Kekurangan pasokan diidentifikasi sebagai alasan utama penurunan ini. Negara tersebut mengalami kelangkaan emas batangan dan peningkatan mendadak permintaan cincin 24K, menyebabkan harga melonjak drastis dan memperlebar kesenjangan dengan harga internasional. Akibatnya, harga emas Vietnam melonjak sebesar 81% pada tahun sebelumnya dan 13.5% pada tahun berjalan.
Terlepas dari keadaan tersebut, Thailand dan Vietnam secara gabungan menyumbang dua pertiga dari permintaan emas di Asia Tenggara. Permintaan tertinggi ketiga berasal dari Indonesia, yang mengalami lonjakan penjualan sebesar 29% menjadi 31.6 ton, menandai volume yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam 12 tahun terakhir.
Malaysia menempati posisi keempat, dengan peningkatan permintaan sebesar 37% menjadi 10.3 ton, yang juga merupakan rekor dalam 12 tahun terakhir. Singapura, yang berada di peringkat kelima, mencatat pertumbuhan paling signifikan di kawasan ini sebesar 48%, dengan volume penjualan mencapai rekor 9.6 ton.
Secara global, permintaan emas batangan dan koin mencapai 1,374 ton atau $154 miliar. China dan India secara konsisten tetap menjadi dua pasar emas utama. Terjadi peningkatan permintaan emas batangan dan koin di China sebesar 28% pada tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2024, sementara India mencatat peningkatan sebesar 17% pada periode yang sama. Bersama-sama, kedua negara ini mewakili lebih dari setengah total permintaan emas batangan dan koin global.
Negara mana yang memimpin Asia Tenggara? Asia Bagaimana permintaan emas pada tahun 2025?
Thailand memimpin permintaan emas di Asia Tenggara pada tahun 2025, dengan total pembelian mencapai 51.4 ton.
Faktor apa saja yang berkontribusi terhadap penurunan perdagangan emas di Vietnam?
Kekurangan pasokan emas batangan dan peningkatan permintaan cincin emas 24 karat merupakan faktor kunci yang berkontribusi terhadap penurunan perdagangan emas di Vietnam.
Negara manakah yang menjadi dua pasar emas global terbesar pada tahun 2025?
China dan India adalah dua pasar global terbesar untuk emas pada tahun 2025, yang menyumbang lebih dari setengah total permintaan global untuk batangan dan koin emas.