Februari 13, 2026

Untuk menyamai Apple dan Google, pengecer menyiapkan sistem pembayaran seluler

pembayaran apel e1414504064841 1940x1090
Waktu Membaca: 2 menit

Setelah hampir tiga tahun dalam tahap pengembangan, eceran Jawaban industri terhadap Apple Pay akhirnya berhasil dilaksanakan.

Aplikasi pembayaran mobile yang dikembangkan oleh Merchant Customer Exchange – sebuah perusahaan yang didirikan pada bulan Agustus 2012 dengan pendanaan dari Wal-Mart Stores Inc., Target Corp. dan Best Buy Co. – telah diuji oleh karyawan pengecer dan akan mendapatkan uji coba terbatas bulan depan di toko-toko, menurut tiga orang yang mengetahui situasi tersebut.

Artinya, pembeli akan segera dapat menggunakan teknologi yang disebut CurrentC, untuk membayar barang melalui ponsel mereka.

Tantangan bagi CurrentC sekarang adalah mengejar ketertinggalan dari aplikasi mapan dari Apple Inc., Google Inc. dan lainnya, serta menjelaskan kepada pelanggan mengapa mereka harus menggunakannya. Ketika Apple Pay diluncurkan tahun lalu, CurrentC dicemooh oleh para kritikus sebagai alternatif berteknologi rendah yang didukung oleh pengecer karena akan memberi mereka kendali yang lebih ketat atas transaksi pembeli.

Pelanggan juga memerlukan jaminan bahwa teknologinya aman, mengingat banyaknya pelanggaran data pada pengecer selama beberapa tahun terakhir, kata Julie Conroy, analis keamanan pembayaran di Aite Group.

CurrentC sendiri telah diretas tahun lalu selama pengujian awal.

“Kepercayaan akan menjadi masalah besar bagi mereka,” kata Conroy.

Merchant Customer Exchange (MCX), berharap dapat secara resmi memperkenalkan CurrentC sekitar kuartal ketiga, kata juru bicara Lowe's, bagian dari konsorsium, dalam e-mail.

Tetapi Lowe's tidak akan menjadi bagian dari peluncuran awal.

Scott Rankin, kepala operasi MCX, mengonfirmasi melalui e-mail bahwa CurrentC akan memulai uji publik tahun ini, tanpa memberikan informasi lebih rinci. Ia juga mengatakan MCX "membuat kemajuan yang baik" dalam memasarkan aplikasi tersebut.

“Kami memperkirakan akan ada lebih dari satu pemain sukses dalam pembayaran seluler, dan kami berharap menjadi salah satunya,” kata Rankin, mantan eksekutif di Staples Inc.

Yang dipertaruhkan adalah perebutan uang dan data pelanggan. Pengecer telah lama membenci pembayaran biaya untuk penggunaan kartu kredit di toko mereka. Hal itu telah menyebabkan pertempuran di berbagai bidang, termasuk tuntutan hukum bernilai miliaran dolar dan upaya lobi yang berhasil memangkas biaya dalam reformasi keuangan Dodd-Frank tahun 2010.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV