
Temuan terbaru dari Savills, berdasarkan survei semi-tahunan yang dilakukan oleh Jepang Real Estate Institute (JREI) dan BAC Urban Projects, melukiskan gambaran yang menjanjikan untuk eceran di Tokyo. Harga sewa rata-rata untuk unit lantai satu (1F) telah meningkat sebesar 3.0% secara kuartalan, meskipun mengalami sedikit penurunan sebesar 0.5% secara tahunan. Sementara itu, unit non-1F mengalami kenaikan yang lebih signifikan, dengan harga sewa naik 4.3% secara kuartalan dan 2.8% secara tahunan. Kinerja keseluruhan ini menyoroti ketahanan pasar ritel utama Tokyo, yang didorong oleh pertumbuhan pesat pariwisata inbound, yang telah memperketat ketersediaan ruang ritel yang banyak dicari di area-area yang padat wisatawan.
Asosiasi Department Store Jepang baru-baru ini melaporkan angka yang mengejutkan untuk tahun 2024, yang menunjukkan bahwa penjualan department store nasional melonjak hingga JPY5.8 triliun—peningkatan sebesar 6.8% dari tahun ke tahun. Penjualan bebas bea juga mengalami peningkatan yang luar biasa, naik 85.9% dari tahun ke tahun menjadi JPY648.7 miliar, sebagian besar didorong oleh wisatawan yang berbelanja barang-barang mewah. Seiring Jepang terus memantapkan statusnya sebagai tujuan wisata favorit, jumlah pengunjung yang datang mencapai hampir 37 juta pada tahun 2024, dengan proyeksi yang menunjukkan jumlah ini akan melebihi 40 juta pada tahun 2025. Bicara tentang pesta belanja!
Pengeluaran per wisatawan masuk juga meningkat, mencapai JPY227,000 per wisatawan pada tahun 2024—peningkatan yang sangat besar sebesar 43% dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi pada tahun 2019. Total pengeluaran oleh wisatawan asing mencapai JPY8.1 triliun yang luar biasa, mencerminkan pertumbuhan sebesar 53% dibandingkan tahun 2023, meskipun masih berkisar hanya sekitar 1.5% dari PDB Jepang, menurut Badan Pariwisata Jepang (JTA).
Angka-angka tersebut menunjukkan tren yang menjanjikan bagi industri ini, dengan jumlah wisatawan yang datang telah melampaui 10 juta pada kuartal pertama tahun 2025—naik sekitar 23% dari periode yang sama pada tahun 2024. Kebangkitan kembali wisatawan Tiongkok sangat mencolok, dengan 2.4 juta kedatangan tercatat pada Q1/2025, menandai peningkatan 78% dari tahun ke tahun. Pemulihan ini sebagian dapat dikaitkan dengan proses aplikasi visa yang baru-baru ini dilonggarkan bagi warga negara Tiongkok, yang membuka pintu gerbang bagi para pembeli yang bersemangat.
Peluncuran Expo 2025 yang sukses di Osaka diperkirakan akan menarik sekitar 28 juta pengunjung, yang selanjutnya akan meningkatkan pariwisata dalam negeri. Sementara itu, belanja domestik tetap kuat, didukung oleh pertumbuhan upah yang kuat, sehingga menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi sektor ritel. Karena pembeli mengincar barang-barang domestik dan mewah, masa depan pasar ritel Jepang menjanjikan akan bersinar dengan potensi.
Faktor-faktor apa yang berkontribusi terhadap pertumbuhan harga sewa ruang ritel di Tokyo?
Peningkatan harga sewa terutama didorong oleh kuatnya pariwisata masuk, yang meningkatkan permintaan untuk ruang ritel di lokasi utama, serta rasa kelangkaan di area dengan lalu lintas tinggi.
Bagaimana pengeluaran wisatawan mancanegara berubah dalam beberapa tahun terakhir?
Pengeluaran wisatawan masuk telah meroket, mencapai hampir JPY227,000 per wisatawan pada tahun 2024, menandai peningkatan 43% dibandingkan dengan tahun 2019, dengan total pengeluaran mencapai JPY8.1 triliun, kenaikan 53% dari tahun 2023.
Apa dampak yang diharapkan dari Expo 2025 terhadap pasar ritel Jepang?
Expo 2025 di Osaka diproyeksikan menarik 28 juta pengunjung, yang selanjutnya meningkatkan pariwisata masuk dan, akibatnya, belanja ritel, sehingga menciptakan prospek positif bagi pasar.