
Peritel mainan Toys “R” Us mengatakan akan membuka 30 hingga 40 toko setiap tahunnya di Tiongkok, karena pasar mainan dan permainan lokal di Tiongkok menghasilkan $31.6 miliar pada tahun 2016.
Dengan kegemaran Tiongkok terhadap mainan dan konsumen yang lebih suka melihat dan menyentuh produk sebelum membeli, Roy Sammartino, direktur pelaksana Toys “R” Us Tiongkok menekankan pentingnya pertumbuhan kehadiran toko fisik di Tiongkok.
“China adalah pasar kami yang tumbuh paling cepat dengan jumlah pembukaan toko terbanyak dibandingkan negara lain di dunia,” kata Sammartino kepada China Daily dalam sebuah wawancara.
Toko-toko perusahaan Amerika itu sebagian besar akan dibuka di kota-kota besar, sementara pembeli regional dan daring akan dapat mengakses produk melalui toko daringnya.
"Internet ritel terus mendapatkan pangsa pasar yang kuat, karena penetapan harga produk di toko daring membantunya menarik penjualan dari saluran lain,” tutur Carol Lu, Rekan Senior Euromonitor International kepada harian terkemuka tersebut.
“Bagi perusahaan mainan dan permainan, penjualan daring merupakan alat penting untuk memasarkan produk mereka di wilayah-wilayah yang jumlah kehadiran mereka terbatas.”
Sementara itu, film-film populer terus mendorong penjualan mainan dan dampaknya bertahan lama, kata para ahli.
Menurut Euromonitor, total pasar mainan dan permainan Tiongkok bernilai 218 miliar yuan ($31.6 miliar) pada tahun 2016. Mainan dan permainan tradisional menyumbang sekitar 70 miliar yuan.
Didirikan pada tahun 1948 oleh Charles Lazarus, Toys “R” Us berkantor pusat di Wayne, New Jersey, di wilayah metropolitan New York City.
Toys 'R' Us saat ini memiliki dua toko online dan 134 toko fisik di 55 kota di Tiongkok. Perusahaan ini memiliki 883 toko di Amerika Serikat, Puerto Riko, dan Guam, serta 1,049 toko lainnya di 37 negara dan kawasan lain di seluruh dunia, termasuk Australia.