
Pada Rabu pagi, dolar AS terdepresiasi terhadap dong Vietnam, sementara sebagian besar tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya. Vietcombank mencatat dolar AS pada VND26,359, turun tipis 0.02% dari hari sebelumnya. Bersamaan dengan itu, mata uang tersebut mengalami penurunan yang lebih signifikan sebesar 0.56% menjadi sekitar VND27,204 di pasar gelap. ekonomi.
Indeks dolar AS, yang menilai kinerja dolar AS terhadap enam mata uang pilihan, mengalami penurunan kecil sebesar 0.1%, berada di angka 99.126. Sementara itu, euro mengalami sedikit kenaikan, naik 0.1% menjadi $1.1619, dengan sebagian besar pasangan mata uang lainnya tidak mengalami perubahan. Poundsterling Inggris juga mengalami kenaikan 0.1% menjadi $1.3428, sedangkan sebagian besar pasangan mata uang lainnya tidak mengalami perubahan. Selandia Baru Dolar AS tetap stabil di angka $0.5834.
Dalam kasus yen, dolar AS tetap stabil di 158.645 yen. Namun, dolar Australia awalnya turun hingga 0.2% menjadi $0.6983 sebelum pulih ke level semula.
Chris Weston, Kepala Riset di Pepperstone Group Ltd di Melbourne, berbagi pandangannya tentang masalah ini. Ia mencatat, “Dengan diskusi yang sedang berlangsung antara AS dan sekutunya dengan Iran, termasuk petunjuk tentang negosiasi tingkat tinggi dan usulan gencatan senjata sementara, ada rasa kelelahan yang tak terbantahkan yang mulai muncul di antara mereka yang mengikuti setiap perkembangan baru.”
Bagaimana tren kinerja dolar AS terhadap dong Vietnam?
Pada Rabu pagi, dolar AS mengalami depresiasi terhadap dong Vietnam. Vietcombank menetapkan nilai tukar dolar AS pada VND26,359, menandai penurunan 0.02% dari kurs hari Selasa.
Bagaimana kinerja dolar AS terhadap mata uang internasional utama lainnya?
Dolar AS pada dasarnya tetap stabil terhadap mata uang penting lainnya, dengan sedikit penurunan terhadap euro dan kenaikan terhadap poundsterling Inggris. Dolar AS tetap stabil terhadap dolar Selandia Baru dan yen, sementara mengalami penurunan awal terhadap dolar Australia sebelum kembali ke level semula.
Bagaimana sentimen di kalangan analis keuangan mengenai kinerja dolar AS?
Para analis keuangan, seperti Chris Weston, Kepala Riset di Pepperstone Group Ltd di Melbourne, berpendapat bahwa mereka yang melacak setiap berita utama dan perkembangan terbaru mulai merasakan kelelahan akibat diskusi global yang terus berlangsung, terutama yang melibatkan AS, sekutunya, dan Iran.