12 April, 2026

'Uberisasi' industri ritel Asia terlihat

iStock 000071262343 Besar
Waktu Membaca: 2 menit

Meningkatnya aksesibilitas seluler dan penetrasi pita lebar mengganggu model bisnis pembelian bahan makanan tradisional, yang memungkinkan konsumen untuk membeli bahan makanan di mana saja, kapan saja.

“Kita melihat adanya ‘uberisasi’ eceran industri di Indonesia Asia,” kata CEO HappyFresh Markus Bihler. “Prospeknya belum pernah lebih menjanjikan.”

Mengutip laporan Telefonaktiebolaget LM (Lars Magnus) Ericsson, Bihler mengatakan penetrasi seluler di kawasan Asia-Pasifik (tidak termasuk China dan India) mencapai 110 persen pada kuartal pertama tahun lalu, melampaui rata-rata global sebesar 99 persen.

"Peluang berlimpah di wilayah ini dengan konsumennya yang gemar makan, kekayaan yang terus tumbuh, dan urbanisasi yang pesat. Peningkatan berkelanjutan dalam adopsi seluler dan penetrasi pita lebar telah membantu meningkatkan penjualan bahan makanan daring kami."

HappyFresh adalah penyedia layanan pengiriman bahan makanan daring yang berkantor pusat di Jakarta, Indonesia. Tahun lalu, perusahaan tersebut merampungkan pendanaan Seri A senilai $12 juta yang dipimpin oleh Vertex Venture, cabang usaha Temasek Holdings, dan Sinar Mas Digital Ventures, cabang usaha Sinar Mas Group Indonesia.

“Pemesanan daring untuk pengiriman ke rumah semakin populer di kawasan ini. Saat ini, dua dari lima pembeli daring ingin menerima penawaran langsung melalui ponsel pintar mereka saat berbelanja. Kami memperkirakan pertumbuhan dua digit di masa mendatang untuk bisnis grosir daring,” kata Bihler.

Menurut Bihler, sejak awal, HappyFresh telah mengalami peningkatan sepuluh kali lipat dalam pengunduhan aplikasi selulernya di wilayah tersebut.

“Meningkatnya popularitas belanja kebutuhan sehari-hari secara daring di Asia didorong oleh dua perkembangan sosial: kemacetan lalu lintas dan jam kerja yang panjang.”

Kemacetan lalu lintas merupakan karakteristik sebagian besar kota di Asia, kata perusahaan tersebut. Kota-kota di Asia Tenggara seperti Jakarta, Bangkok, dan Surabaya masuk dalam 10 kota teratas dengan kemacetan lalu lintas terburuk di dunia. "Karena alasan ini, hanya sedikit orang yang mau berdesak-desakan di supermarket yang penuh sesak setelah seharian bekerja," kata Bihler.

Negara-negara Asia juga cenderung memiliki jam kerja terpanjang, menurut Bihler tanpa mengutip sumbernya. Negara-negara Asia, katanya, memiliki proporsi tertinggi orang yang menghabiskan lebih dari 48 jam seminggu di tempat kerja. Angka ini diperkirakan akan meningkat karena Asia menjadi lebih makmur, imbuh Bihler tanpa mengutip sumbernya.

"Pelanggan juga menjadi sangat selektif dalam memilih makanan berkualitas. Pembeli masa kini mencari makanan segar, alami, dan diproses secara minimal dengan bahan-bahan yang membantu melawan penyakit dan meningkatkan kesehatan," kata Bihler mengutip sebuah studi oleh The Nielsen Co.

Menurutnya, situasi ini “memberikan peluang luar biasa di antara segmen konsumen khusus, terutama di sektor makanan sehat dan kategori lain yang mungkin lebih sulit ditemukan di rak-rak toko.”

“Hasilnya, sejumlah pengecer khusus telah muncul di bidang kesehatan dan kebugaran, mulai dari layanan pengiriman bahan makanan daring nasional dengan bagian-bagian segar yang luas hingga layanan pengiriman hasil bumi lokal.”

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV