
Menjelajahi industri kuliner Hong Kong menghadirkan usaha yang menantang, karena meningkatnya biaya sewa, konsumen mencari alternatif yang lebih murah di Daratan Tiongkok, dan persaingan ketat antarperusahaan menciptakan lingkungan bisnis yang sulit. Faktor-faktor ini membebani operasi banyak restoran lokal, yang memaksa mereka untuk membuat keputusan yang sulit. Sayangnya, setelah delapan tahun beroperasi di Central, Uma Nota dan Bedu, entitas Meraki Hospitality, akan menutup operasinya pada tanggal 21 Juni. Duo kakak beradik Alex dan Laura Offe, yang mendirikan Meraki Hospitality pada tahun 2018, telah meninggalkan jejak yang signifikan pada kancah gastronomi lokal dengan penawaran restoran mereka yang unik.
Kelompok perhotelan tersebut mengaitkan keputusan untuk menutup kedua restoran tersebut dengan meningkatnya biaya dan kondisi pasar Hong Kong yang terus berkembang. Para pendiri juga menganggap jeda ini sebagai kesempatan untuk refleksi, peremajaan, dan konsepsi ide-ide baru.
Penutupan restoran tersebut merupakan momen yang mengharukan bagi para pendiri, yang menghargai hubungan dan kenangan yang telah terjalin selama ini. Alex mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada komunitas mereka dan berharap dapat menyambut semua orang kembali dengan konsep-konsep baru di masa mendatang.
Uma Nota, restoran Brasil-Jepang pertama di Hong Kong, mulai beroperasi pada tahun 2017, memberikan sentuhan unik pada botecos Brasil, minuman populer sosial tempat yang menyajikan minuman dan makanan pembuka. Memanfaatkan keberhasilannya, Meraki Hospitality memperluas merek Uma Nota ke kota-kota seperti Paris pada tahun 2018 dan Manila pada tahun 2024. Restoran kedua, Bedu, dibuka pada tahun 2018 di Gough Street. Restoran ini menyajikan interpretasi modern dari hidangan tradisional Timur Tengah, dan dengan cepat menjadi tempat makan utama di komunitas tersebut.
Meskipun tempat usaha mereka saat ini tutup, saudara kandung Offe memiliki rencana untuk masa depan. Mereka akan memperkenalkan Sabai, restoran Thailand mewah, di Manila. Meskipun rincian tentang usaha masa depan mereka di Hong Kong belum diungkapkan, mereka optimis dapat kembali berkiprah di dunia kuliner kota tersebut.
Mengapa Uma Nota dan Bedu ditutup?
Penutupan Uma Nota dan Bedu terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya operasional dan perubahan dinamika pasar di Hong Kong.
Apa rencana masa depan Meraki Hospitality?
Meraki Hospitality bersiap untuk meluncurkan restoran Thailand kelas atas, Sabai, di Manila. Meskipun rincian tentang rencana masa depan mereka di Hong Kong belum tersedia, mereka berharap dapat kembali lagi.
Apa yang unik dari restoran Uma Nota dan Bedu?
Uma Nota adalah restoran Brasil-Jepang pertama di Hong Kong, yang menyajikan botecos Brasil dengan sentuhan unik. Di sisi lain, Bedu dikenal dengan sajian Timur Tengah klasik yang disajikan secara modern.