15 April, 2026

Veoneer dan Volvo Cars Akan Membagi Usaha Patungan Zenuity Software

Volvo Cars
Waktu Membaca: 2 menit

Volvo Cars milik Geely dan pemasok teknologi otomotif Veoneer akan memisahkan usaha perangkat lunak milik bersama mereka, Zenuity, karena produsen mobil Swedia itu berfokus pada pengembangan perangkat lunak pengemudian otonom, kata perusahaan tersebut pada hari Kamis.

Volvo dan Veoneer mengatakan tahun lalu bahwa mereka sedang melakukan tinjauan strategis terhadap Zenuity, yang mengembangkan perangkat lunak untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dan pengemudian otonom, sebagian karena pengenalan mobil self-driving yang lebih luas didorong lebih jauh ke masa depan.

Berdasarkan perjanjian baru, Veoneer akan mengintegrasikan bisnis Zenuity saat ini yang difokuskan pada perangkat lunak ADAS, sementara Volvo Cars akan mendirikan perusahaan mandiri baru untuk mengambil alih pengembangan dan komersialisasi perangkat lunak penggerak otonom tanpa pengawasan milik Zenuity.

Geely Automobile dan perusahaan saudaranya Volvo Cars berencana untuk bergabung dan mencatatkan saham di Hong Kong dan mungkin Stockholm, memberikan akses Volvo ke pasar publik setelah perusahaan itu membatalkan rencana untuk mencatatkan sahamnya dua tahun lalu. Ciara Lee melaporkan

"Ini berarti bahwa kami akan membeli sistem masa kini (ADAS) dari hubungan pemasok yang lebih tradisional, tetapi dari segi pengembangan, kami sekarang ingin memfokuskan diri pada produk generasi berikutnya," kata Kepala Teknologi Volvo Henrik Green kepada Reuters.

Bagian Zenuity dari Volvo akan berfokus pada perangkat lunak yang akan diperkenalkan pada mobil generasi berikutnya berdasarkan platform arsitektur kendaraan SPA2 Volvo, mulai sekitar tahun 2022, tambah Green.

Perjanjian ini akan memindahkan sekitar 600 dari 800 staf dan konsultan Zenuity saat ini ke perusahaan baru milik Volvo Cars, sedangkan sisanya akan pindah ke Veoneer.

Veoneer, yang juga membuat radar dan sistem penglihatan dan memperkirakan 90% dari pasar yang tersedia akan digunakan untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) dalam dekade berikutnya, mengatakan langkah tersebut akan membantu mendorong bisnisnya. strategi lebih efektif.

Perusahaan yang merugi itu mengatakan pihaknya mengharapkan penghematan tahunan sekitar $30 – $40 juta dari kesepakatan tersebut serta pembayaran sekitar $15 juta dari Volvo Cars, tergantung pada kesepakatan akhir.

Saham Veoneer, yang berupaya memangkas biaya karena wabah virus korona membuat jalannya menuju profitabilitas menjadi sangat menantang, naik 3.8% hingga pukul 1020 GMT.

Analis di Carnegie mengatakan langkah itu positif bagi Veoneer, dan keputusannya untuk berfokus pada perangkat lunak ADAS adalah keputusan yang tepat.

Perusahaan mengatakan, pemisahan tersebut diharapkan akan selesai paling lambat pada kuartal ketiga.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV