
Armada pesawat Vietnam, yang sekarang berjumlah 200, akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2038 karena permintaan perjalanan udara meningkat dan pasar melihat pemain baru.
Angka-angka ini dikutip oleh Darren Hulst, direktur pemasaran produsen pesawat Boeing Tiongkok & Timur Laut Asia, pada jumpa pers baru-baru ini.
Jumlah pesawat saat ini di negara tersebut akan berlipat ganda dalam dua tahun ke depan. Pesawat lorong tunggal akan menjadi jenis utama yang digunakan untuk penerbangan domestik dan regional di Vietnam, kata Hulst.
Ia mencatat bahwa pertumbuhan penerbangan di Vietnam telah pesat selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2009, semua maskapai penerbangan Vietnam menyediakan 800,000 kursi per bulan, tetapi pada tahun ini, angkanya telah mencapai 3.3 juta.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah penumpang yang naik pesawat meningkat tiga kali lipat dan jumlah pesawat meningkat dua kali lipat, tambahnya.
Asia Tenggara akan membutuhkan 4,500 pesawat baru pada tahun 2038, dan Vietnam akan memenuhi sebagian besar permintaan tersebut, kata Hulst.
Vietnam kini memiliki enam maskapai penerbangan domestik dan tiga perusahaan yang telah mengajukan izin penerbangan.
Tahun lalu, 21 bandara milik negara Vietnam melayani 103.5 juta penumpang, naik 11 persen dari tahun ke tahun, dan angka tersebut diperkirakan akan naik menjadi 112 juta tahun ini, menurut Airports Corporation of Vietnam.