
Dalam dua bulan pertama tahun 2026, Vietnam mencatat peningkatan ekspor beras sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai sekitar 1.3 juta ton. Meskipun terjadi peningkatan kuantitas, nilai total pengiriman tersebut mengalami penurunan sebesar 11.2% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga nilai totalnya menjadi $599.3 juta. Data ini dilaporkan oleh Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Rata-rata ekspor Harga untuk periode tersebut diperkirakan sebesar $464.1 per ton, yang mewakili penurunan sebesar 15.4% dari tahun sebelumnya.
Pasar utama ekspor beras Vietnam adalah Filipina, yang menyumbang hampir setengah dari total ekspor (47.6%). Tiongkok dan Ghana menjadi importir berikutnya, masing-masing menyumbang 18.3% dan 8.9% dari total ekspor beras.
Dalam dua bulan pertama, ekspor ke Filipina tumbuh sebesar 17.6% dan pengiriman ke China mengalami peningkatan sebesar 5.8 kali lipat. Namun, ekspor ke Ghana menurun sebesar 31%.
Dari 15 pasar ekspor terbesar, pertumbuhan ekspor paling signifikan tercatat di Tiongkok, di mana pengiriman meningkat 5.8 kali lipat. Di sisi lain, ekspor ke Pantai Gading mengalami penurunan paling besar, dengan penurunan sebesar 90.9%.
Beras pecah 5% Vietnam dilaporkan dihargai hingga $365 per ton, yang konsisten dengan harga minggu lalu. Aktivitas perdagangan mengalami perlambatan karena pembeli mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut. Bersamaan dengan itu, pasokan domestik meningkat karena puncak panen tanaman musim dingin-semi.
Data awal menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan di selatan menangani lebih dari 382,000 ton beras pada bulan Februari, dengan sebagian besar dikirim ke Filipina dan pasar Afrika.
Meskipun konflik di Timur Tengah tidak secara langsung berdampak pada pengiriman beras Vietnam ke Afrika, para pedagang melaporkan lonjakan biaya pengiriman karena kenaikan premi asuransi dan harga bahan bakar.
Berapakah persentase peningkatan ekspor beras Vietnam dalam dua bulan pertama tahun 2026?
Terjadi peningkatan sebesar 5% dalam ekspor beras dari Vietnam pada dua bulan pertama tahun 2026.
Negara manakah yang tetap menjadi pasar utama untuk ekspor beras Vietnam?
Filipina tetap menjadi pasar utama untuk ekspor beras Vietnam, dengan menyumbang 47.6% dari total ekspor.
Bagaimana konflik di Timur Tengah memengaruhi ekspor beras Vietnam?
Meskipun konflik di Timur Tengah tidak secara langsung memengaruhi pengiriman beras Vietnam ke Afrika, konflik tersebut telah menyebabkan lonjakan biaya pengiriman karena premi asuransi dan harga bahan bakar yang lebih tinggi.