
Wakil Presiden M. Jusuf Kalla membuka pameran “Gelar Batik Nusantara 2015” di Jakarta Convention Center, Rabu.
Diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia dan PT Mediatama Binakreasi, pameran ini akan diselenggarakan pada 24 hingga 28 Juni dengan tema, “Batik Menyatukan Bangsa.” Pameran ini akan memamerkan ribuan motif batik pesisir dan motif dari para kolektor batik terbaik Indonesia.
“Popularitas batik kini lebih meluas daripada sebelumnya,” kata Wapres dalam sambutan pembukaannya.
Kalla mencatat, batik bukan lagi sekadar busana tradisional, tetapi telah mengalami inovasi untuk pasar internasional dan telah diadaptasi oleh beberapa negara.
Ia menjelaskan, inovasi batik pertama kali dilakukan di Pulau Jawa, namun kini telah berkembang di berbagai daerah di seluruh nusantara.
Selain itu, selain menjadi faktor budaya yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa, batik juga berkembang di sejumlah negara tetangga seperti India dan Malaysia, kata wakil presiden.
Selain itu, ia menunjukkan bahwa sejak batik diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada tahun 2009, jangkauannya terus meningkat.
Kalla berpendapat bahwa batik sudah menjadi bagian dari pakaian resmi dan kasual, tantangan, juga dalam hal produktivitas dan inovasi.
Menurut Wapres, batik telah menjelma menjadi karya seni tradisional yang bertaraf internasional. Batik juga merupakan salah satu produk budaya Indonesia yang dibanggakan dan ingin dilestarikan oleh masyarakat.
Oleh karena itu, Kalla menegaskan, pameran Gelar Batik Nusantara 2015 diharapkan mampu membuka peluang pasar serta menarik para pengusaha, investor, dan lembaga untuk mengembangkan batik sebagai produk internasional.