11 April, 2026

Wala Wala Cafe Bar di Singapura Batalkan Rencana Penutupan Berkat Dukungan Masyarakat yang Luar Biasa!

wala wala
Waktu Membaca: 2 menit

Stanley Yeo, pemilik Wala Wala Cafe Bar, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk menutup usahanya karena menurunnya jumlah pengunjung, pasar tenaga kerja yang menantang, dan melonjaknya biaya operasional. Hal ini menyebabkan harga sewa lantai dasar seluas 1,700 kaki persegi (sekitar 9 meter persegi) naik 28,000% selama dua tahun terakhir menjadi S$21,700 (US$XNUMX) per bulan. Namun, situasi berbalik ketika masyarakat setempat bersatu mendukung tempat yang dicintai ini.

Pada bulan Juli, bar tersebut mengalami "peningkatan signifikan" dalam jumlah pengunjung, yang memulihkan reputasinya. Sebuah unggahan Instagram yang mengharukan Selasa lalu mengungkapkan bahwa pemilik Wala Wala telah "dengan baik hati menawarkan persyaratan yang direvisi agar memungkinkan" bar kafe tersebut untuk terus beroperasi di Holland Village.

"Kami sangat tersentuh oleh dukungan luar biasa dari komunitas kami — pelanggan, teman, pemasok, dan tetangga," demikian pengumuman dalam unggahan tersebut. "Hari ini, kami sangat gembira mengumumkan bahwa Wala Wala Cafe Bar akan tetap berada di Holland Village."

Didirikan pada tahun 1993, Wala Wala telah menjadi permata lokal yang berharga, terkenal dengan hidangannya yang lezat, bir draft, dan suasana akhir pekan yang meriah. Dulunya terkenal karena menyelenggarakan acara langsung musik di lantai dua — sekarang ditutup sejak tahun 2021 — tempat tersebut kini kembali fokus pada penawaran makanan dan minumannya, seperti yang dicatat oleh Kereta musik Asia.

Keputusan untuk tetap membuka Wala Wala merupakan kelegaan bagi Holland Village, pusat kuliner dan belanja yang semakin populer yang saat ini menghadapi gelombang penutupan. Dalam beberapa bulan terakhir, bisnis lokal seperti Thambi Magazine Store, toko furnitur Lim's Holland Village, toko perlengkapan pesta Khiam Teck, dan Sunday Folks, surga es krim lembut, semuanya telah tutup, sebagaimana dijelaskan oleh Berita Channel Asia.

Penutupan ini menyoroti tren yang meresahkan di dunia kuliner dan minuman Singapura, di mana beberapa restoran favorit kini harus tutup. Dua restoran berbintang Michelin — Euphoria dan Alma by Juan Amador — tutup bulan ini, sementara restoran pencuci mulut ternama Flourish Bakehouse dan Fluff Bakery mengumumkan rencana serupa untuk bulan September. Selain itu, restoran warisan budaya Ka-soh, yang terkenal dengan sup ikan ala Kantonnya, akan menutup cabang terakhirnya akhir bulan ini.

pertanyaan

Faktor apa yang membuat Stanley Yeo mempertimbangkan untuk menutup Wala Wala Cafe Bar?
Yeo menyebutkan menurunnya jumlah pengunjung, pasar tenaga kerja yang sulit, dan kenaikan biaya operasional yang signifikan sebagai alasan utama di balik pertimbangannya untuk menutup tempat itu.

Bagaimana reaksi masyarakat setempat terhadap kemungkinan penutupan Wala Wala?
Masyarakat menunjukkan dukungan yang luar biasa, yang menghasilkan peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung, yang akhirnya mendorong pemilik properti untuk menawarkan persyaratan yang direvisi sehingga kafe bar tersebut dapat terus beroperasi.

Penutupan apa saja yang terjadi baru-baru ini di Holland Village yang mencerminkan tren yang lebih luas di sektor F&B Singapura?
Penutupan baru-baru ini mencakup tempat-tempat lokal populer seperti Thambi Magazine Store dan Lim's Holland Village, mencerminkan tren yang memprihatinkan di mana beberapa tempat makan terkenal, termasuk restoran berbintang Michelin, juga telah mengumumkan penutupan mereka.

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV