17 Mei 2026

Obat Penurun Berat Badan Mendorong Penjualan Permen Mint dan Permen Karet: Hershey Memanfaatkan Gelombang 'Ozempic Breath'

een ozempic gebruiker maakt een injectie gereed voor gebruik
Waktu Membaca: 2 menit

Baru-baru ini, The Hershey Company menyoroti peningkatan penjualan permen mint dan permen karet yang mengejutkan, yang mereka kaitkan dengan meningkatnya prevalensi obat penurun berat badan dan perubahan kebiasaan ngemil konsumen sebagai akibatnya. Perusahaan tersebut mencatat bahwa permintaan akan produk yang menyegarkan napas telah tumbuh seiring dengan tren menuju "ngemil fungsional" yang terkait dengan konsumsi obat-obatan seperti Ozempic dan Wegovy.

Kirk Tanner, CEO Hershey's, menyatakan, “Kami telah melihat permintaan yang kuat untuk permen karet dan permen mint karena mereka mendapat manfaat dari tren camilan fungsional, yang dipengaruhi oleh adopsi obat-obatan GLP-1.” Ia juga menunjukkan bahwa penjualan ritel untuk Ice Breakers, merek permen terbesar ketiga perusahaan, mengalami peningkatan lebih dari 8% selama kuartal tersebut.

Meskipun Perusahaan Hershey tidak secara langsung mengaitkan tren ini dengan efek samping tertentu, perlu dicatat bahwa beberapa konsumen yang mengonsumsi obat GLP-1 telah melaporkan mengalami halitosis, yang secara umum disebut sebagai 'napas Ozempic'. Para profesional medis berpendapat bahwa ini mungkin disebabkan oleh mulut kering akibat dehidrasi atau perubahan produksi air liur, terlepas dari kenyataan bahwa hal itu tidak secara resmi tercantum sebagai efek samping.

Pergeseran kebiasaan konsumsi ini tidak hanya berdampak pada pasar permen mint dan permen karet, tetapi juga memengaruhi sektor lain dalam industri makanan ringan. Misalnya, produsen cokelat premium Lindt & Sprungli melaporkan peningkatan penjualan yang signifikan di AS di kalangan pengguna GLP-1. Demikian pula, Magnum Ice Cream Company memperhatikan bahwa tren ini meningkatkan permintaan akan makanan ringan yang lebih kecil dan berkualitas lebih tinggi.

Peter ter Kulve, CEO Magnum Ice Cream Company, mengatakan, “Karena konsumen yang menggunakan GLP-1 lebih dulu menghilangkan pilihan camilan berkualitas rendah, kategori seperti cokelat premium, es krim premium, dan camilan protein berpotensi memperoleh pangsa pasar camilan yang lebih besar secara keseluruhan.”

pertanyaan

**Bagaimana tren penjualan permen mint dan permen karet Hershey's?**
Hershey's telah mengamati lonjakan penjualan permen mint dan permen karet yang tidak terduga, yang mereka kaitkan dengan perubahan pola konsumsi akibat meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan.

**Apa saja kemungkinan penyebab 'bau mulut' yang dialami oleh sebagian pengguna obat GLP-1?**
Para profesional medis berpendapat bahwa bau mulut yang dialami oleh sebagian pengguna obat GLP-1 mungkin disebabkan oleh mulut kering akibat dehidrasi atau perubahan produksi air liur.

**Bagaimana perubahan kebiasaan ngemil memengaruhi sektor lain dalam industri makanan ringan?**
Pergeseran pola konsumsi ini mendukung permintaan akan camilan berukuran lebih kecil dan berkualitas lebih tinggi di sektor industri lainnya. Perusahaan seperti Lindt & Sprungli dan Magnum Ice Cream Company telah melaporkan peningkatan penjualan di kalangan pengguna obat GLP-1.

Bagikan ini:
NAORA V4 970x250

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV