Anak perusahaan Wirecard di Indonesia, PT Prima Vista Solusi telah bekerja sama dengan PT Finnet Indonesia dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) untuk mendukung penerimaan uang elektronik nirsentuh berbasis NFC “TCASH” di pengecer besar dengan jaringan nasional mereka.
Pelanggan di
eceran Toko-toko dapat membayar pembelian dan tagihan listrik mereka menggunakan ponsel NFC mereka. Wirecard menyediakan penerimaan titik penjualan NFC, yang terintegrasi dengan sistem toko front-end pengecer untuk kecepatan dan akurasi transaksi yang optimal. TCASH adalah produk dompet elektronik Telkomsel, anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dan Singapore Telecommunication Ltd (SingTel). Dompet ini memungkinkan pelanggan Telkomsel untuk membayar tagihan, barang dan jasa melalui ponsel mereka, yang disematkan stiker TCASH NFC, baik secara online maupun di titik penjualan. Telkomsel adalah operator seluler terbesar di Indonesia dengan jangkauan jaringan lebih dari 95 persen dari populasi di Indonesia. PT Finnet Indonesia, perusahaan patungan antara Telkom (Cq. PT. Multimedia Nusantara) dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan
Bank Indonesia (Cq. PT. Mekar Prana Indah) secara resmi dibentuk pada bulan Januari 2006 untuk menyediakan infrastruktur dan layanan TI guna mendukung transaksi keuangan di seluruh negeri. Syaiful Rahim Soenaria, Direktur Bisnis dan Layanan, PT Finnet Indonesia (Finnet) menyatakan: “Finnet bangga dapat bekerja sama dengan mitra-mitra tangguh seperti Wirecard Indonesia untuk terus memperluas infrastruktur layanan kami, serta menghadirkan solusi inovatif bernilai tambah bagi klien-klien kami di Indonesia. Tujuan kami adalah menyediakan berbagai metode transaksi pembayaran elektronik yang baik bagi sektor publik demi kenyamanan dan keamanan yang lebih baik.”
Ibu Widhayati Darmawan, Direktur Utama PT Prima Vista Solusi mengatakan: “Kemitraan dengan Telkomsel dan Finnet untuk memperluas penerimaan TCASH di pengecer besar di Indonesia merupakan bukti komitmen Wirecard dalam menyediakan teknologi yang relevan untuk memfasilitasi transaksi non-tunai. Dengan populasi sekitar 250 juta jiwa dan segmen masyarakat yang tidak memiliki rekening bank yang cukup besar, Indonesia memiliki potensi yang baik dalam hal pasar yang dapat dituju untuk uang elektronik dan solusi pembayaran mikro.”