Februari 13, 2026

Merek Xiaomi mendominasi Hari Jomblo di Tiongkok

Penjualan hari lajang Xiaomi di Alibaba
Waktu Membaca: 2 menit
Dirayakan setiap tanggal 11 November, Hari Lajang adalah tradisi yang sudah ada sejak tahun 1993 yang awalnya melibatkan para sarjana dari Universitas Nanjing yang ingin keluar, bertemu, dan berpesta dengan orang lain. Perayaan ini segera melibatkan para wanita lajang dan menjadi hari libur besar di Tiongkok tempat para individu lajang keluar dalam acara temu-sapa yang besar.

Singles Day adalah versi China dari Black Friday di AS, di mana para pebisnis China memacu penjualan dengan menawarkan berbagai penawaran menarik dan potongan harga besar untuk produk mereka. Xiaomi, yang sudah menjadi merek telepon pintar populer yang menawarkan telepon pintar murah dan perangkat seluler lainnya, memulai strategi Singles Day sejak 1 November, menawarkan promo harian dan berbagai penawaran menarik dan akhirnya mencapai puncaknya pada hari besar itu sendiri, menurut Digital Trends.

Selama persiapan, Xiaomi bahkan memberikan teaser pada ponsel pintar barunya. Strategi itu terbukti berhasil, karena pembuat ponsel pintar itu langsung meraup $16 juta pada pukul 12:12 dini hari pada 11 November. Tiga belas menit kemudian, penjualan mencapai $31 juta. Dua menit sebelum pukul 1:30 dini hari, Xiaomi sudah memiliki $63 juta di bankPada akhir Singles Day, penjualan Xiaomi mencapai $188 juta.

Menurut pernyataan dari produsen telepon pintar yang berbasis di China, Redmi Note 125 seharga $2 merupakan telepon pintar terlaris mereka. Jam tangan pintar Xiaomi, Mi Band Pulse, merupakan perangkat terpopuler perusahaan tersebut, yang tidak mengejutkan mengingat harganya yang mencapai $16.

Keberhasilan Xiaomi didasarkan pada strateginya menyediakan ponsel pintar murah dengan fitur-fitur canggih, dan China merupakan pasar terbesarnya. Baru-baru ini, pesaing utamanya Huawei telah menyalip Xiaomi sebagai vendor ponsel pintar teratas di China pada kuartal terakhir, CNBC melaporkan.

Sementara itu, perusahaan pasar daring yang berbasis di China, Alibaba, juga memecahkan rekornya sendiri pada Hari Jomblo. Raksasa e-commerce itu membukukan penjualan senilai $14.3 miliar melalui layanan pembayaran daringnya. Pada Hari Jomblo tahun lalu, Alibaba membukukan penjualan senilai $9.3 miliar. Angka tahun ini merupakan lonjakan 60 persen dari tahun sebelumnya, yang menunjukkan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan di pasar China yang padat.

 

Bagikan ini:
Surat elektronik EED 728x90@2x

Wajib baca:

Di Balik Kehebohan
Retail News Asia — Berita Harian Anda tentang Apa yang Terjadi di Industri Ritel Asia

Kami siap memberi Anda informasi terkini—setiap hari. Baik Anda menjalankan toko lokal kecil, mengembangkan bisnis daring, atau menjadi bagian dari merek global yang bergerak di Asia, kami punya sesuatu untuk Anda.

Dengan 50+ cerita segar seminggu dan 13.6 juta pembaca, Retail News Asia bukan sekadar situs berita biasa—tetapi sumber utama untuk semua hal terkait ritel di seluruh wilayah.
Dapur Ritel
Kami menghargai kotak masuk Anda sama seperti kami menghargai waktu Anda. Itulah sebabnya kami hanya mengirimkan pembaruan mingguan yang dikurasi dengan cermat, yang berisi berita, tren, dan wawasan paling relevan dari industri ritel di seluruh Asia dan sekitarnya.
Hak Cipta © 2014 -2026 |
Angin Merah BV